150 M Dari BUMN Siap Talangi Lahan Waduk Kuwil

pasang slot online slot slot gowd

 

MANADO — Persoalan pembebasan lahan di Waduk Kuwil-Kawangkoan, Minut, yang berlarut akan segera terselesaikan. Dua BUMN sebagai kontraktor mega proyek yang masuk Proyek Strategis Nasional (PNS) itu: PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) akan menyediakan dana talangan Rp150 miliar untuk membayar 136,5 hektare lahan untuk proyek pengendali banjir Manado itu.

“Sambil menunggu anggaran yang sedang diproses oleh DPR RI, kedua kontraktor proyek tersebut bersedia menyediakan dana talangan. Langkah ini juga akan sangat membantu kelancaran pekerjaan oleh keduanya,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) I, Djidon Watania usai rapat koordinasi panitia pengadaan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulut, Senin (14/8) kemarin.

Rapat yang dipimpin Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Sulut Frankie Simbar itu digelar di Ruang Kakanwil BPN. Hadir dalam rapat itu Kasatker Bendungan BWSS 1 Novie Ilat, PPK Bendungan 1 Lidya Karema dan PPK Bendungan 2 Wahyu, PPK Pengadaan Tanah Rony Rudson, panitia pengadaan dari BPN, BIN, Camat Kalawat Herman Mengko, para kepala desa di Kecamatan Kalawat, Kabid Pertanahan Disperkimtan Sulut Yusuf Subroto.

Khusus lahan Waduk Kuwil-Kawangkoan, kata Novie Ilat, akan kebut pembayarannya tahun ini. Makanya, proses appraisal untuk lahan yang sudah ada peta bidang akan dipercepat. “Dananya sudah disediakan BUMN, nanti akan diganti oleh LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara),” kata Ilat.

Saat ini pula, katanya, Ditjen SDA Kementerian PU dan LAMN Kementerian Keuangan, sedang menunggu persetujuan dana talangan pemerintah yang sedang dibahas Komisi XI DPR RI.

Sementara Rony Rudson menjelaskan, 59 bidang tanah seluas 81,59 Ha yang telah dipetakan akan di-appraisal. Demikian juga 55 Ha untuk 25 bidang yang sudah ada penetapan lokasi (Penlok) ke-2 juga akan di-appraisal.

“Akan dilakukan appraisal lagi. Nilai fisik yang 2016 lalu belum terbayar, akan di-appraisal ulang untuk nilai tunggu dan beban tunggu, tapi nilai fisiknya tidak berubah,” jelas Rudson.

Saat ini, katanya, Tim Appraisal akan segera turun lokasi memverifikasi isi lahan, khususnya tanaman, di lokasi yang belum terbayar. “Kami tinggal menunggu proses administrasi untuk langsung dibayar, karena BUMN sudah siap dananya,” katanya.(baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.