2017, Kasus DBD di Kotamobagu Menurun

 

KOTAMOBAGU – Demam Berdarah Dangue (DBD) tahun ini menurun jauh jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Yakni Januari hingga Mei 2014 penderita 48 orang, 2015 ada 61 orang, 2016 berjumlah 128 orang, dan 2017 hanya 25 orang.

“Namun dari jumlah kasus yang ada belum masuk ketegori kejadian luar biasa,” ungkap Plt. Kadis Kesehatan Kotamobagu Ahmad Yani Umar, saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (30/5) kemarin.

Ia juga mengatakan, menurunnya jumlah penderita demam berdarah disebabkan tingginya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. Warga juga secara swadaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Terpenting bagaimana lingkungan tetap bersih agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak. Seluruh masyarakat di kelurahan dan desa tetap menjaga kebersihan di sekitar rumah untuk pemberatasan sarang nyamuk,” ujar Umar.

Dinkes juga meminta warga untuk selalu menjaga kondisi tubuh pada saat cuaca yang tidak menentu ini. Salah satu caranya dengan menjaga pola makan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta makanan yang dikonsumsi adalah makanan sehat.

“Kami tetap membutuhkan pengasapan atau fogging jika ditemukan kasus demam berdarah di sebuah wilayah,” katanya.

Namun, kata Yani, fogging tidak serta merta bisa diadakan atau dilakukan. Sebab fogging sangat resisten terhadap kesehatan, termasuk dapat mengganggu pernapasan. Karenanya, sebelum dilakukan fogging harus dipastikan dulu dimana pasien terjangkitnya. “Bisa saja di rumah, di sekolah atau justru di tempat kerja,” pungkasnya.(nto)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.