2,3 Miliar Pembangunan Pasar Pondabo Boltim Mubazir

BOLTIM—Pembangunan Pasar Pondabo yang menelan anggaran sebesar Rp2,3 miliar terkesan mubazir. Pasalnya, pasar tersebut sama sekali tak digunakan oleh masyarakat. “Pasar ini sudah menelan dana miliaran rupiah. Sayangnya tak kunjung difungsikan oleh pemerintah,” ungkap Uyo Manuarsi warga Tutuyan III.

Berdasarkan pantauan Indo Post Manado, kondisi pasar yang berada di hutan bakau di Pantai Baret, Tutuyan III tampak semrawut. Diduga pasar ini menjadi tempat para generasi muda melakukan pesta Narkoba, sebab bungkusan obat batuk komix berserakan dilantai. Selain itu, lantai pasar penuh dengan kotoran dan lapak beserta pondok telah dihancurkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. “Kondisi pasar mulai rusak karena tidak difungsikan oleh pemerintah,” terang Manuarsi, Selasa (20/6).

Ia mengungkapkan pasar sebenarnya sudah difungsikan sejak diresmikan oleh bupati namun aktivitas jual-beli hanya berlangsung selama 3 pekan. “Pasar ini diresmikan 6 Juni 2012, namun aktivitasnya hanya berlangsung selama tiga pekan,” terang Manuarsi.

Sementara itu, Anggota Dewan Kabupaten Boltim Sofyan Alhabsyi mengatakan, pihaknya sudah memanggil instansi pengelola pasar untuk mengadakan rapat dengar pendapat. Namun ia mengatakan instansi terkait hanya menjawab masih menunggu anggaran untuk melanjutkan sisa pekerjaan pembangunan. “Lima bulan lalu kita telah melakukan rapat dengar pendapat bersama instansi terkait. Memang kondisi pasar belumlah sepenuhnya rampung dibangun,” terangnya.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Akhmad Mulyadi saat dikonfirmasi mengatakan Pasar Pondabo akan difunsikan lagi. Kata Mulyadi, saat ini pihaknya masih menunggu dana APBD-P untuk merampungkan pembangunan pasar yang belum rampung. “Saya sudah mengajukan permohonan dana kepada pemerintah daerah dan legislatif untuk menganggarkan perampungan pembangunan dan perehaban sebesar Rp1 miliar dalam APBD-P. Setelah itu, pasar tersebut akan dibuka kembali,” kuncinya. (iki/jly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.