25 Jam Hilang, Bocah Bolsel Tewas di Sungai

BOLSEL— Orang tua mana tak sedih jika kehilangan buah hatinya. Hal itu dialami pasangan suami istri (pasutri) Manto Paputungan dan Latipa Paputungan warga Desa Matandoi Selatan, Kecamatai Pinolosian Tengah (Pinteng), Kabupaten Bolsel. Dinyatakan hilang sekira 25 jam, putri kesayangan mereka Nurbening Paputungan (5) ditemukan sudah tak bernyawa di sungai hutan bakau desa setempat.

Informasi dirangkum dari pihak kepolisian menyebutkan, sekira pukul 09.00 Wita, korban pamit kepada ibunya untuk bermain di rumah tetangga. Tak ada firasat buruk, ibu korban mengizinkannya. Hingga pukul 21.00 Wita, orang tua korban mulai gelisah karena korban tak kunjung pulang. Merasa khawatir, orang tua korban mulai mencari ke rumah tetangga. Namun para tetangga mengaku korban sudah pamit pulang ke rumah sejak pukul 10.15 Wita. Tidak mengetahui keberdaan korban, warga ikut panik dan membantu keluarga mencari.

Rida Paputunga warga setempat, memberi tahu orang tuanya, dirinya sempat melihat korban mandi sendirian di sungai sekira pukul 17.35 Wita. Rida pun sempat menegur korban untuk pulang ke rumah karena hari mulai sore. Mendengar kesaksian Rida, warga berbondong-bondong mencari korban. Sayangnya, semalam penuh, usaha keluarga yang dibantu warga mencari korban belum berhasil. Korban baru ditemukan keesokan harinya, sekira pukul 11.00 Wita oleh Umar Paputungan warga setempat. Malang, korban yang mengenahkan kaos merah ditemukan sudah tak bernyawa di sungai hutan bakau desa setempat.

Kapolsek Pinolosian Iptu Herdi Manampiring membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. “Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi,” kata Herdi, kemarin.

Dituturkannya, korban ditemukan warga setempat di sungai hutan bakau yang berjarak sekira 300 meter dari rumah korban. Saat ini katanya, kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban. “Laporan ini masih dalam penyelidikan,” tutur Herdi.

Lanjutnya, atas permintaan keluarga, tidak dilakukan visum dalam. Sehingga hanya dilakukan visum luar.

“Hasil visum luar tidak ada tanda kekerasan di jasad korban. Hanya saja kondisi jasad sudah lebam. Keluarga mengangkap kematian korban adalah musibah sehingga mereka menerima dengan iklas dan menolak autopsi,” tukas Herdi. (lel)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.