403 M Bangun Pengaman Pantai Miangas-Marore

pasang slot online slot slot gowd

MANADO — Ancaman terhadap wilayah NKRI, khususnya perbatasan sisi utara di Sulut, tidak hanya karena teroris dari Filipina Selatan. Namun juga perlakuan alam terhadap pulau-pulau terluar yang mengancam keberadaan daratan dua pulau terluar: Miangas dan Marore. Makanya, pemerintah pusat melakukan perlindungan masif terhadap dua pulau tersebut dengan membangun pengaman pantai.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) 1 Djidon Watania menjelaskan, pengamanan wilayah daratan kedua pulau terluar di Sulut itu mendesak dilakukan. Sebab, keganasan ombak setiap saat mengurangi luas wilayah daratannya. Proyek senilai Rp403 miliar sedang dalam persiapan.

“Proyek pengamanan Pulau Miangas dan Marore ini nilai politiknya sangat tinggi. Sebab, bila kedua pulau ini hilang karena tergerus ombak, maka luas wilayah NKRI berkurang karena batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang 200 mil dari titik paling luar akan bergeser ke dalam,” kata Watania, menjelaskan.

Dia menambahkan usulan pembangunan tanggul pengaman kedua pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina itu sudah lama diusulkan. Tapi, karena terkendala anggaran, nanti tahun ini disetujui. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menjejakkan kaki di Pulau Miangas.

“Itu pun dananya dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang dimasukkan ke APBN 2017. Wilayah yang berhadapan dengan Filipina menjadi prioritas untuk dibuat tanggul,” katanya.

PPK Sungai dan Pantai Wilayah III BWSS I, Piter Rares ST MT menjelaskan, proyek pembangunan bangunan pengaman pantai di kedua pulau itu menelan anggaran APBN Rp403,93 miliar. “Proyeknya sedang ditender. Diperkirakan akhir Juli atau Agustus sudah mulai dikerjakan,” kata mantan Kepala Seksi Pelaksanaan BWSS I ini.

Untuk Pulau Marore, kata Piter, dialokasikan Rp178,27 miliar. Dana itu untuk membangun pengaman pantai sepanjang 1,7 kilometer. Sedangkan di Miangas dibagi dua paket, yakni Rp 118,75 miliar dan Rp 106,91 miliar untuk 2,1 kilometer.

“Target pembangunan selama empat tahun. Tapi Miangas dipercepat menjadi tiga tahun karena proses penggerusan ombak di Miangas lebih cepat,” kata Rares. “Di Miangas kami melanjutkan pengaman pantai yang dibangun sebelumnya. Dan proyek kali ini fokus melindungi Bandara Miangas karena ada bagian yang sudah mulai tergerus,” tambahnya.(baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.