63 Koperasi Bolsel Non Aktif

BOLSEL— Sebanyak 63 koperasi di Bolsel ditutup. Pasalnya, puluhan koperasi yang tersebar di tujuh kecamatan ini, tidak memenuhi persyaratan sesuai undang-undang (UU) nomor 25 tahun 1992 tentang badan koperasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM Muljono Rochim melalui Kepala Bidang Koperasi dan UKM Muksan Kunsi. Dituturkannya, 63 koperasi itu lebih dari tiga tahun tidak perna melakukan rapat anggaran tahunan (RAT). Sementara katanya, koperasi yang dianggap aktif, memiliki dokumen RAT selama dua tahun berturut-turut. “RAT juga merupakan syarat utama mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop,red),” tutur Muksan, Selasa (1/8).

Dijelaskannya, dari dukumen RAT dapat diketahui untung rugi koperasi. “Selain itu, RAT juga sebagai evaluasi perubahan pengurusan koperasi. Jadi, koperasi tidak boleh mengabaikan RAT agar tidak menjadi penghalang peningkatan koperasi,” terang Muksan.

Dikatakannya, tujuan pendirian koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Sehingga katanya, Disperindagkop dan UKM saat ini tengah melakukan upaya pembinaan dengan mengandeng pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut. “Saat ini pak Kadis (Muljono Rochim) sedang berupaya keras melakukan lobi di Pemprov terkait dengan pembinaan kepada masyarakat dan pelaku usaha mikro termasuk koperasi,” kata Muksan.

Menurut Muksan, saat ini ada 5 koperasi di Bolsel yang masih aktif. Di antaranya, Koperasi di Posigadan, Salongo, Kombot dan dua koperasi di Bolaang Uki. “Kita upayakan lima koperasi ini tetap aktif dan terus berkambang. Kami (Disperindagkop dan UKM) siap memfasilitasi,” kata Muksan.

Diungkapkan Muksan, koperasi yang memenuhi syarat, bisa mengajukan permohonan bantuan modal ke Kemenkop dengan bunga rendah. Syaratnya, mulai dari dokumen RAT dua tahun berturut-turut, struktur organisasi dalam koperasi jelas dan legitimasi dari notaris. “Kalau itu sudah lengkap koperasi bisa mengajukan proposal permohonan bantuan modal ke Kemenkop yang akan difasilitasi Disperidagkop,” ungkap Muksan. (lel)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.