7 M DAK Pendidikan Minsel Terancam ‘Anyor’

AMURANG—Pemerintah Kabupaten Minsel khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora), akhirnya harus gigit jari. Pasalnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) berbanderol kurang lebih Rp7 miliar yang sedianya akan digunakan untuk pengadaan buku dan media pendidikan lainnya, dipastikan tidak terealisasi alias ‘anyor’. Penyebabnya, karena tidak satupun perusahaan yang mendaftar dalam proses pelelangan tender.

Kepala BPKAD  Drs Denny Kaawoan MSi menjelaskan  minimnya penyerapan anggaran tahap pertama, sangat berpotensi pada tidak direalisasinya sisa DAK.

“DAK tahap awal sebesar 30 persen sudah masuk ke kas daerah, termasuk didalamnya DAK untuk Dikpora. Tapi sejauh ini Dikpora belum mengajukan permintaan pencairan. Dan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2017, sudah dijelaskan jika dalam batas waktu yang ditetapkan paling lambat tanggal 31 Agustus 2017, SKPD yang bersangkutan belum melakukan pencairan, maka sisa dana DAK sebesar 70 persen, tidak akan dicairkan,” jelas Kaawoan yang didampingi Kabid Perbendaharaan Angel Mantiri SE MSi, Senin (4/9).

Kadis Dikpora Minsel DR Fietber Raco, saat dikonfirmasi membenarkan adanya persoalan tersebut.  “Penyabat terjadinya keterlambatan dalam penyerapan anggaran, dikarenakan Juknis pelaksanaan baru kami terima sekitar bulan Mei 2017. Dan hal itu berdampak pada terjadinya keterlambatan proses tender,” ungkap Raco.

Menariknya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari unit layanan pengadaan, diketahui proses tender pengadaan buku dan media pendidikan, tidak ada satupun perusahaan yang mendaftar.

“Sudah beberapa hari ditayangkan, tapi belum ada satupun perusahaan yang berminat untuk mendaftar,” ungkap salah satu staf ULP yang meminta namanya tidak dikorankan. (jem)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.