Ada Kasus Gizi Buruk di Kotamobagu

 

KOTAMOBAGU – Tiga tahun terakhir penderita gizi buruk ditemukan 7 kasus gizi buruk di Kotamobagu. Dinas Kesehatan kurang risau lantaran penderita bukan karena kurang makan.

Kabid Kesmas dan P2P Dinkes Kotamobagu Apek Daeng Mangati mengatakan mengatakan kasus gizi buruk yang terjadi di Kotamobagu bukan disebabkan kekurangan makan, namun akibat sejumlah faktor seperti penyakit penyerta. Akibat penyakit itu, si anak kesulitan makan secara teratur. “Kalau gizi buruk akibat kurang makan, belum kami jumpai,” ujarnya.

Bagi balita gizi buruk yang menderita penyakit, kata Mangati, Dinkes melakukan pengawalan dengan memberikan asupan obat, susu , dan lainnnya. “Mereka akan terus diawasi sampai sembuh, bahkan penderita sebelumnya sudah ada yang baik. Namun meski balita tersebut sudah ada yang sembuh atau membaik, kami akan terus melakukan pemantauaan agar tidak kembali ke gizi buruk akibat penyakit penyerta,” ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan, untuk tahun ini 1 balita penderita gizi buruk akibat penyakit penyerta ditemukan di Desa Bilalang, dan pihaknya telah menurunkan petugas gizi. Petugas itu akan memberikan penyuluhan terkait dengan asupan gizi yang baik. “Intinya, seluruh balita yang gizi buruk ini akan terus diawasi sampai berat badannya normal,” ujarnya.

Dia juga menerangkan soal kasus balita yang ada di Desa Kopandakan I (yang dilaporkan gizi buiruk), bahwa tidak masuk pada kategori gizi buruk, tapi itu faktor turunan. “Kami juga melakukan pemantauaan dan pengawalan terhadap balita di Desa Kopandakan I, meski tidak masuk kategori gizi buruk,” tambahnya.(muri)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.