Amankan Pembalakan Liar Liandok, Tim Dishut Sulut Dihadang Warga

MANADO — Pembalakan liar hutan di Desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, Minsel, masih berlanjut. Bahkan hingga Kamis (8/6) lalu, Dinas Kehutanan Sulut berhasil mengamankan 7 kubik kayu cempaka dari hutan di desa terebut.

“Setelah kami dapat informasi bahwa terjadi pembalakan liar, kami lakukan investigasi khusus. Tim akhirnya berhasil mengamankan barang bukti di lokasi sekitar,” kata Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Dishut Sulut, Arie Timbuleng kepada Indo Post.

Dia mengungkapkan, dalam melakukan operasi tersebut tim Dishut Sulut mendapat perlawanan dari masyarakat sekitar. Pasalnya, jalur yang dilewati oleh petugas polisi hutan, jembatannya diputus oleh masyarakat. Hal ini dibenarkan Ketua Tim Operasi, Paulus Maengko. Katanya, selama di lapangan mereka nyaris terjadi adu kontak dengan masyarakat.

“Hampir saja terjadi kontak dengan masyarakat sekitar. Hal itu dipicu karena 3 jembatan penghubung ke lokasi diputus oleh masyarakat setempat. Tapi beruntung semua kondisi bisa dikendalikan,” kata Maengko.

Terkait informasi bahwa ada oknum perusahaan yang menunggangi masyarakat untuk melakukan pembalakan, katanya, bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti. Tetapi segala urusan itu telah dilimpahkan ke Polda Sulut untuk dilakukan pengusutan. “Intinya sudah kita koordinasi dengan Polda. Benar tidaknya kita lihat nanti sesuai hasil penyelidikan,” bebernya.

Demikian pula terkait informasi adanya oknum ASN Dinas Kehutanan yang ditengarai selalu mem-back up hingga terjadi pembalakan liar, Ari mengakui bahwa dulu memang sempat terdengar, tetapi saat ini sudah tidak ada.

“Kalau memang ada informasi soal adanya oknum Kehutanan yang seakan-akan ‘melindungi’ oknum masyarakat, itu memang dulu ada di Dinas Kehutanan Minsel. Tapi sekarang sepertinya sudah tak ada karena semua kewenangan telah ditangani oleh provinsi,” tutupnya.(Idp/baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.