APBD-P Sulut 2017 3,82 Triliun, Belanja Rutin Dipangkas 33 Miliar

 

MANADO — Pemprov dan DPRD Sulut sepakat APBD Perubahan 2017 berada di angka Rp3,82 triliun. Nilai total belanja APBD 2017 ini mengalami kenaikan Rp248,39 miliar dibanding target belanja APBD Induk senilai Rp3,57 triliun (lihat grafis). Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD-P 2017 telah diteken Gubernur Olly Dondokambey dan Ketua DPRD Andrei Angouw, dalam rapat paripurna, kemarin siang.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly menjelaskan pentingnya tahapan perubahan dan penyesuaian KUA-PPAS dalam proses membangun Sulawesi Utara.

“Ini untuk menyesuaikan dinamika perkembangan dan perubahan yang terjadi guna memaksimalkan pencapaian target prioritas pembangunan daerah yang belum tercapai atau terealisasi sesuai yang diharapkan di sisa tahun anggaran berjalan,” katanya.

Oleh karenanya, kata Olly, rangkaian tahapan sejak diajukannya KUA-PPAS hingga ditetapkan bersama dengan DPRD Sulut, patut disyukuri. Meskipun, dengan segala keterbatasan yang ada, namun mengakomodir kebutuhan masyarakat.

“Sehingga dalam tahapan rapat paripurna yang telah digelar, mulai dari tahap penyampaian dan penjelasan dari pemerintah, diikuti pandangan dari fraksi-fraksi, serta pembahasan secara komprehensif, akhirnya KUA-PPAS Perubahan APBD Perubahan 2017 dapat kita tetapkan secara bersama,” ujarnya.

Dari ringkasan APBD Perubahan yang disepakati Banggar DPRD dan TAPD Pemprov Sulut, yang ditetapkan kemarin menyebutkan, meski PAD hanya dinaikkan sebesar Rp9,5 miliar, namun secara total jumlah pendapatan bertambah Rp155,23 miliar atau naik 4,3 persen.

Sementara belanja tidak langsung yang memuat sejumlah belanja rutin seperti belanja barang dan jasa: belanja ATK, belanja honor, acara dan kegiatan, serta perjalanan dinas, mendapat potongan hingga Rp33 miliar. Sedangkan belanja langsung yang meliputi belanja modal barang dan infrastruktur naik signifikan hingga Rp281,59 miliar atau terdongkrak 19,4 persen dari target induk Rp1,45 triliun. Sedangkan defisit pendapatan untuk membiayai belanja yang melonjak hingga Rp93,15 miliar, ditutupi oleh penerimaan pembiayaan.

Lebih jauh, Olly meminta semua pihak ikut mengawasi jalannya semua program Pemprov Sulut hingga selesai. “Khusus kepada pimpinan dan anggota DPRD dan segenap komponen rakyat Sulut agar dapat mengawasi jalannya berbagai program dan kegiatan yang telah ditetapkan sampai akhir pelaksanaannya,” imbuhnya.

kegiatan prioritas pembangunan Pemprov Sulut pada KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 sebanyak 21 program. Antara lain percepatan perencanaan KEK Pariwisata Likupang, pembebasan lahan untuk jalan alternatif Bandara-Likupang, Amdal Ring Road III (Winangun-Malalayang), dll.(humas/baz)

 

KUA PPAS APBD Perubahan 2017 

PENDAPATAN                  

PAD                                       1.076.342.496.000            1.085.940.277.536

Perimbangan                     2.429.190.571.000            2.549.186.519.000            119.995.948.000

Lain-lain PD                         50.839.733.000                  76.485.233.000             25.645.500.000

Jumlah                                  3.556.372.800.800            3.711.612.029.536            155.239.229.536

 

BELANJA

Tidak Langsung                 2.120.843.037.274            2.087.643.399.610            (33.199.637.664)

Langsung                             1.451.499.462.726            1.733.093.296.774            281.593.834.048

Jumlah                                  3.572.342.500.000            3.820.736.696.384            248.394.196.384

 

PEMBIAYAAN

Penerimaan                       45.969.700.000                  159.624.666.848

Pengeluaran                      30.000.000.000                  50.500.000.000,-

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.