Bandara Pihise Berpotensi Jadi ‘Hambalang’

SITARO — Berlebihan rasanya jika menyandingkan proyek pembangunan Bandara Pihise di Kabupaten Sitaro dengan proyek mangkrak Hambalang. Namun, jika mengacu pada data yang diterima Indo Post, bukan tidak mungkin proyek yang telah menyeret sejumlah pejabat di Sitaro jadi tersangka ini, akan bernasib sama. Pasalnya, berdasarkan data di Kementerian Perhubungan dan Pertahanan terkait alokasi anggaran pembangunan bandara di Indonesia untuk tahun 2017, tidak ada nama kabupaten penghasil pala nomor satu dunia (baca: Sitaro) disana (lihat grafis). Justru, Kabupaten Sangihe dan Talaud yang kecipratan anggaran. tersebut Hal ini sontak membuat sejumlah warga bertanya-tanya. Bakhan, ada yang sampai memberikan argumen soal hilangnya kabupaten Sitaro dari daftar tersebut. Menurut salah satu mantan pejabat, Des Kalensang, itu dikarenakan tak kunjung tuntasnya sengketa lahan yang sampai-sampai memakan korban yakni sejumlah pejabat yang kini telah dijadikan tersangka. “Selain dokumen legitimasi kepemilikan, menurut saya, penggunaan dana pematangan lahan yang sudah mencapai miliaran, juga perlu diteliti, apakah sudah sesuai perundang-undangan atau belum,” tulis Kalensang lewat komentarnya di jejaring sosial. “Intinya, menurut saya, semua karena lahannya masih bermasalah,” simpulnya. Sementara itu, Kadis Perhubungan, Kelautan dan Perikanan, Ir Djonny Muntiaha, saat dikonfirmasi, menampik jika Kabupaten Sitaro ‘terelimanasi’ dari daftar. “Tetap jalan, dan saat ini sudah dalam proses lelang di pusat,” terang Muntiaha. Bahkan, ia menegaskan hingga kini pihaknya terus menggenjot percepatan pembangunan. “Pastinya, kita terus berupaya agar prosesnya bisa berjalan sesuai dengan harapan sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (ein)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.