Bangkai Kapal di Pelabuhan Tagulandang Dikeluhkan

SITARO — Keberadaan bangkai kapal di Pelabuhan Tagulandang mulai dikeluhkan warga. Pasalnya kapal yang karam semenjak 22 Maret 2016 lalu ini, hingga kini tak pernah dikelurkan dari dalam laut. Dan bukan tidak mungkin ini akan berpotensi mencelakai kapal lainnya. Akan hal ini, warga pun mendesak dinas terkait untuk tidak tutup mata. “Jangan nanti sudah ada korban baru pihak-pihak yang bertanggungjawab ambil tindakan,” seru Chandra Tahulending.

Begitu juga kepada pihak Shabandar yang memiliki kewenangan penuh untuk area pelabuhan, diminta agar bertindak. “Mustahil kalau mereka mengaku tidak tahu akan keberadaan bangkai kapal itu,” cetusnya.

Disatu sisi, Tokoh Masyarakat Tagulandang Wolter Takakobi ikut mempertanyakan kepedulian pemerintah daerah. “Memang saya kurang memahami itu menjadi tanggungjawab siapa, namun lepas dari persoalan itu, saya hingga kini belum melihat ada tindakan pemerintah daerah selaku yang paling bertanggungjawab terhadap segala sesuatu yang ada di daerah ini,” ujarnya.

“Apa susahnya meminta Shabandar atau perusahaan untuk melakukan pembersihan terhadap bangkai kapal itu?” sambungnya.

Berkaca dari adanya indikasi sikap acuh tak acuh pemerintah daerah terhadap persoalan ini, menurutnya merupakan sebuah bukti bahwa pemerintah daerah setengah hati dalam hal kepeduliannya kepada masyarakat.

“Mungkin saja nanti akan ada pergerakan ketika sudah ada korban di lokasi tersebut,” kuncinya.

Terpisah, Tokoh Muda, Rocky Ambar menyebutkan, UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, tegas mengatur sanksi bahwa barang siapa oleh karena kelalaiannya menyebabkan atau mengakibatkan terjadinya pencemaran atau kerusakan akan ekosistem biota laut, akan dipidanakan. Terkait dengan bangkai kapal di Pelabuhan Tagulandang yang belum dievakusi hingga kini, menurutnya akan memberikan dampak kerusakan bagi biota laut yang ada di sekitarnya.

“Sudah seharusnya pemerintah dalam hal ini bagi Dinas Perhubungan dan ADPEL Pelabuhan Tagualandang harus mendesak bahkan menindak tegas pemilik kapal apabila hal ini memang ada unsur kesengajaan diabaikan,” serunya.

Ia juga mempertanyakan tidak adanya tindakan evakuasi terhadap kapal karamnya yang sudah terjadi semenjak 1 tahun yang lalu itu. “Ada apa dengan Dinas Perhubungan dan ADPEL sampai permasalahan evakusi bangkai kapal ini sudah setahun belum dapat diselesaikan?” ujanya sembari berharap semoga proses evakuasi bangkai kapal bukan karena ada ‘main mata’ antara pemilik kapal dan petugas. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.