Baru Sebulan Sudah Rusak, Proyek Jalan Hot Mix Dinilai ‘Asal Jadi’

pasang slot online slot slot gowd
Proyek di Kelurahan Pateten Tiga kembali disorot warga

BITUNG – Peningkatan Jalan hotmix ruas jalan di kelurahan Pateten Tiga kecamatan Maesa kembali jadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang dilakukan oleh PT. Raja Karya Mandiri tersebut, sudah rusak meski baru sebulan diperbaiki.

Tokoh pemuda Pateten Tiga, Mulyadi Tjikoe (26) saat ditemui menyatakan, pihaknya atas nama masyarakat setempat mengaku sangat kecewa melihat realisasi pekerjaan proyek tersebut.

“Di sepanjang badan jalan tersebut terlihat sebagian aspalnya ada yang sudah terkelupas. Selain itu, di badan jalan terlihat ada yang sudah bergelombang,”keluhnya, Minggu (3/9) kemarin.

Ia mengatakan, di bagian ujung jalan tersebut juga terlihat tidak rata. “Pekerjaan proyek sangat tidak wajar sehingga mengecewakan masyarakat, sebab terkesan dikerjakan asal jadi. Kami memperkirakan jika seperti ini kondisinya, maka badan jalan ini tidak akan bertahan lama. Padahal badan jalan ini merupakan akses transportasi sangat penting bagi masyarakat,”cetusnya.

Karena itu, kata Mulyadi, pihaknya meminta kepada Dinas PUPR Kota Bitung menindaklanjuti hal ini. “Kami meminta segera memperbaiki kembali pekerjaan proyek tersebut sebagus dan sebaik mungkin sesuai spesifikasi atau sesuai yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB),”harapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bitung Syam Panai saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, wajar jika ada yang mempertanyakan dan mengeluhkan pengerjaan proyek di kelurahan Pateten Tiga.

“Saya sebetulnya sangat mengapresiasi proyek peningkatan jalan tersebut saat ini bisa terealisasi, tapi jangan proyek peningkatan jalan yang “nyasar” di kelurahan Pateten Tiga, dikerjakan dengan kesan asal-asalan. Hal ini menjadi perhatian khusus Dinas PUPR Kota Bitung, agar kedepannya pemanfaatan ruas jalan dapat dinikmati lebih lama dan tidak cepat rusak. Padahal dana yang digunakan tidak sedikit. Saya minta secepatnya meninjau ulang proyek nyasar tersebut,”tegas pria yang duduk di Komisi C DPRD Bitung.

Tak hanya itu, politisi Hanura ini bahkan meminta agar aparat hukum untuk turun menelusuri kualitas pengerjaan peningkatan jalan. “Saya juga meminta Kejaksaan Negeri Bitung dan Polres Bitung menelusuri dan memeriksa pekerjaan jalan tersebut, apa sesuai bestek, seperti tertera di dokumen kontrak atau tidak ? Jangan sampai proyek hanya mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan kualitas dari pekerjaan tersebut,” tegas Syam.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bitung Rudy Theno ST MT melalui Kabid Bina Marga Julius Sumanti, ST mengatakan, proyek jalan tersebut masih tahap pemeliharaan. “Kami akan cek langsung ke lokasi, bila terbukti jalan sudah rusak maka segera kita perintahkan kontraktor untuk memperbaikinya kembali,” katanya.

Julius menambahkan pihaknya berupaya untuk terus melakukan pengawasan yang lebih efektif terhadap seluruh kegiatan proyek agar pembangunan dapat dilaksanakan sesuai perencanaan dan kualitas. “Menjamin mutu dan kualitas proyek sangat diperlukan pengawasan yang ekstra dan konsisten, sehingga hasil pekerjaan seluruh proyek betul-betul dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat,”singkatnya.

Berdasarkan pengumuman pemenang tender yang tertera di laman LPSE Kota Bitung, proyek peningkatan jalan kecamatan Aertembaga Hotmix dimenangkan oleh PT. Raja Karya Mandiri dengan nilai kontrak Rp. 4.924.990.000 yang bersumber dari dana APBD-DAU Kota Bitung 2017 berdasarkan nomor kontrak : 11/602.1/SP/DAU/PPK-BM/IV/2017 tanggal 26 April 2017.(ray)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.