Begini Alasan Pemecatan 10 Petugas Kebersihan Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kotamobagu mengambil tindakan tegas terhadap pegawai honorer yang tidak disiplin, yang mangkir hari pertama kerja usai libur lebaran. Yakni 10 petugas kebersihan diberhentikan, serta memotong gaji 20-an honorer.

Langkah pemberhentian dan pemotongan gaji para petugas kebersihan itu mendapatkan protes. Bahkan mereka berencana akan menemui Sekkot Kotamobagu hingga Wali Kota Kotamobagu.

“Kami intinya tidak terima dengan pemotongan gaji maupun pemberhentian teman-teman petugas kebersihan. Kami berharap anggota dewan dan ibu wali kota memperhatikan nasib honorer yang dipotong gajinya dan petugas kebersihan yang diberhentikan secara tiba-tiba,” ucap ED–nama yang disamarkan—saat  menghubungi Wartawan Indo Post melalaui telepon seluler.

Dia menambahkan, yang dipotong gaji adalah 20-an honorer Dinas Lingkungan Hidup dengan jumlah Rp60 ribu per orang. Sedangkan yang diberhentikan ada 10 petugas kebersihan baik tukang sapu, pengangkut sampah hingga sopir.

“Padahal mereka bekerja di atas lima tahun. Kasihan yang diberhentikan, apalagi warga susah,” keluh honorer yang menjadi salah satu korban pemotongan gaji.

Ia juga mengatakan alasan pihak Dinas Lingkungan Hidup karena hari kerja tapi mereka tidak masuk, padahal saat itu masih dalam suasana cuti bersama lebaran sesuai surat instruksi Presiden Joko Widodo.

“Pihak dinas memberitahukan masuk pada tanggal 27 hingga 30 Juni, padahal masih dalam susana lebaran Idul Fitri,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotamobagu Alex Saranaung yang dikonfirmasi terpisah mengelak jika pemotonagn gaji dan pemberhentian para petugas kebersihan itu karena tidak masuk saat libur.

“Kami sudah sampaikan bahwa tanggal 27 Juni 2017 semua petugas kebersihan maupun petugas pengomposan wajib masuk dan melaksanakan kerja. Yang tidak masuk hingga tiga hari, kontraknya tidak diperpanjang. Sementara yang absennya di bawah tiga hari dilakukan pemotongan gaji,” jelasnya.

Alex juga menyampaikan, ketentuan khusus soal masuk kerja bagi petugas kebersihan mulai 27 Juni itu atas pertimbangan, agar pembersihan sampah tidak menunggu libur lebaran usai. Sebab, jika sampah tidak segera dibersihkan, Kota Kotamobagu akan menjadi gudang sampah.

“Ini semua pastinya untuk menjaga kebersihan di lingkungan Kota Kotamobagu, bagaimana semua sampah tidak sampai tertahan berhari-hari dan menimbulkan bau busuk. Sehingga harus dibersihkan dan diangkat ke (TPA) Mongkonai,” ujarnya. (nto)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.