Belasan Rumah di Siau Timur Diterjang Lumpur

SITARO — Hujan yang mengguyur wilayah Siau selama kurang lebih 12 jam, Sabtu (8/7) akhir pekan kemarin, menyebabkan belasan rumah di Kelurahan Bahu tepatnya di Namitung, diterjang lumpur.

Lurah Bahu, Dedi Pasandaran, saat dikonfirmasi Indo Post menuturkan, hujan deras terjadi sejak dini hari sekira pukul 03.00 WITA.

“Volume air yang besar membuat kali kering di dekat gereja Namitung meluap, sehingga lumpur dan beragam material masuk menerjang 12 rumah warga,” kata Pasandaran.

Beruntung, kata dia, dalam insiden itu, tidak ada korban jiwa. Begitu pula dengan kerugian materi, dikatakannya, hampir tidak ada.

“Hanya lumpur dan kayu serta beberapa material lainnya masuk ke rumah warga. Untuk kerusakan, tidak ada,” bebernya sembari menyebutkan, ketinggian lumpur mencapai 30 cm.

Sementara itu Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana Soni Belseran SH, menambahkan, sesaat setelah terjadi bencana, pihaknya bersama Tim TAGANA langsung turun ke lokasi.

“Selain membersihkan rumah warga, kami juga menyalurkan bantuan,” sebutnya.

Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bob Ch Wuaten mengatakan, pihaknya telah menyalurkan 12 paket bantuan kepada keluarga yang terkena dampak langsung.

“Tidak ada korban jiwa, Begitu pula dengan kerusakan rumah, tidak terlihat,” ujarnya.

Sementara itu, bersamaan dengan bencana Namitung, jalan utama yang menghubungkan Siau Barat dan Siau Timur juga putus akibat terjangan lahar dingin Karangetang.

Kondisi ini bukan baru sekali, namun sudah terjadi berulang kali. Sehingga, tidak heran banyak komentar miring yang dialamatkan kepada pemerintah daerah.

“Ini akan jadi proyek kekal. Sudah Berapa banyak uang rakyat habis di proyek ini?” ujar Ongkay Sadia.

Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk mencari solusi kongkrit terhadap bencana rutin ini.

“Sampai kapan? Apakah pemerintah daerah tidak mampu mencari solusi? Jangan selalu berdali dengan bencana, harus cari solusi dong agar uang rakyat tidak hanya habis terseret di proyek tersebut,” bebernya sembari menyebutkan, salah satu solusi yakni membuka jalan baru yang tidak lagi melintas di kali Batuawang. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.