Bocah 9 Tahun Dipaksa Layani Birahi Ayah Angkat

BITUNG — Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Bitung seakan tiada akhirnya. Kali ini, pelakunya HK alias Ajul (43) warga Kecamatan Aertembaga, nekat merenggut perawan anak gadisnya Bunga (11) -disamarkan-. Akibat perbuatannya, Ajul kini harus mendekam di sel tahanan setelah diamankan Polsek Aertembaga. Penuturan Kapolsek Aertembaga, Iptu Fandi Ba’u SIK, kasus itu dilaporkan seorang warga bernama Vivi (34) yang mendengar keluhan korban.

“Mendapat laporan, kami pun langsung bergerak menangkap pelaku,” tutur Ba’u.

Dari penuturan korban dan diiyakan pelaku, peristiwa kelam itu telah terjadi dua kali yakni Agustus 2016 dan 26 Februari 2017.

“Waktu itu mama da pigi bajual di Pasar Winenet. Kong dia (pelaku) maso pa kita pe kamar langsung polo, ciong deng ramas kita pe toto,” beber korban. Tak sampai disitu, pelaku kemudian menarik paksa celana bocah malang yang notabene adalah anak angkatnya ini. “Kita sempat bataria; Jangan Pa!! Mar dia so lebeh bajadi,” aku korban sembari membeberkan, sang ayah sempat mengancam akan menghabisinya jika tidak mau melayani nafsu bejatnya. Puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian keluar dan pergi menjemput istrinya. Celakanya, perbuatan bejat pelaku kembali terulang 26 Februari 2017 lalu, dimana pria yang berprofesi sebagai petani ini kembali menggarap kebun kecil korban, saat waktu masih pagi.

“Dia (pelaku) maso kamar pa kita kong langsung tarek pa kita bawa pa depe kamar. Sampe di kamar, dilangsung buka paksa kita pe celana, kong langsung dia tindis pa kita,” bebernya.

Tambah korban, saat beraksi, pelaku menyumbat mulut korban dengan kain. Tak tahan dengan perlakuan pelaku, korban pun memilih menceritakan hal itu kepada istri pelaku yang adalah ibu angkatnya NA alias Nur (62).

“Waktu itu mama bilang, nanti mama mo bacerita dengan papa,” ungkapnya.

Namun, ternyata hal itu tidak dilakukan Nur, lantaran pelaku kerap memukul dirinya. Beruntung, warga lainnya, Vivi yang merasa iba setelah mendengan curhatan bocah malang tersebut, langsung mengadu ke pihak berwajib. Alhasil, pelaku pun langsung diamankan petugas. Sementara itu, palaku Ajul kepada petugas mengaku, perbuatannya itu dilakukan lantaran khilaf. Diakuinya pula, usai beraksi, ia sempat membujuk korban dengan uang Rp5 ribu. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 3 subsider Pasal 82 Ayat 2 Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancaman hukuman 20 tahun penjara dan kini sudah mendekam di sel,” tegas Kapolsek. (ray)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.