Bolsel Siaga Bencana

BOLSEL— Masuk musim hujan, Pemkab Bolsel melalui Badan Penanggulanangan Bendacana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga bencana hingga Juli mendatang.

Kepala BPBD Bolsel Yamin Ismail mengatakan, curah hujan di Bolsel saat ini belum terbilang tinggi. Namun, pihaknya sudah melalukan langka antisipatif dengan menaikkan status. “Curah hujan memang masih terbilang normal. Tapi, cuaca saat ini tidak menentu. Sehingga kami berkesimpulan menaikkan status waspada ke siaga,” kata Yamin, kemarin.
Dikatakanya, kesimpulan penetapan status siaga berdasarkan informasi dari Badan Neteorologi Klimatologi dan Geofisika (BNKG). “Status siaga
ditetapakan berarti potensi bencana sudah ada,” kata Yamin.
Lanjutnya, saat ini pihaknya rutin melakukan monitoring terutama di wilayah rawan bencana, seperti Pinolosian Timur. “Kita juga aktif
melakukan koordinasi dengan pemerintah desa. Tujuan kita, sebelum terjadi bencana sudah ada langkah antisipatif,” imbuhnya.
Menurut Yamin, Bolsel merupakan salah satu daerah di Sulut, yang rawan terjadi banjir dan longsor. “Warga yang bermukim ditepi pantai dan bantaran sungai, harus memperhatikan debit air sungai dan tinggi gelombang dilaut,” kata Yamin.
Selain itu, Yamin meminta warga yang berprofesi sebagai nelayan untuk mengurungkan niat melaut saat cuaca ekstrim atau gelombang pasang. “Untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan, sebaiknya nelayan hindari melaut saat gelombang pasang,” imbaunya.
Senada dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Drs Rolly Lomamay. “Kami terus memantau kondisi dilapangan. Warga juga kami minta agar berkoordinasi pemerintah desa jika melihat ada potensi banjir atau longsor,” kata Rolly. (lel)
Puskesmas Pinolosian Terakreditas// jdl
Foto: MENINGKAT: Status Puskesmas Pinolosian Akreditas akreditas Madya. Tampak gedung Puskesmas Pinolosian
BOLSEL— Usaha Pemkab Bolsel melalui isntansi teknis Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam meningkatkan status Puskesmas berbuah manis. Puskesmas Pinolosian kini sudah terakreditas dengan tingkatan madya.
Kepala Dinkes Sadli Mokodongan menjelaskan, akreditas Madya, berada di antara akreditas dasar dan paripurna. “Untuk mendapat akreditas dasar saja sulit. Alhamdullilah Puskesmas Pinolosian masuk akreditas Madya yang berada di atas akreditas dasar,” terang Sadli, Kamis (18/5) kemarin. “Akreditas telah diterbitkan Kamenkes. Tapi, baru akan diserahkan saat Raker Kespro Sulut,” imbuhnya.
Dituturkannya, dari 8 Puskesmas di Bolsel, baru Puskesmas Pinolosian yang terakreditas. Saat ini, katanya, Dinkes tengah mempersiapkan 4 Puskesmas lain dalam pengurusan akreditas. “Puskemas Momalia, Milangodaa, Duminanga dan Puskesmas Molibagu dalam pendampingan pengurusan akreditas,” tutur Sadli.

Dalam pendampingan lanjutnya, petugas yang turun melihat apa saja yang perlu diubah dan ditambah sesuai persyaratan akreditas. “Intinya, syarat Puskesmas terakreditas dilihat dari pelayanan kesehatan dan memenuhi Standar Prosedur Operasional (SPO),” kata Sadli.
Menurut Sadli, akreditas Puskesmas sangat penting dan member dampak positive. “Puskesmas yang sudah terakreditas, kwalitas pelayanannya tidak diragukan lagi dan tingkat kepercayaan masyarakat lebih besar dalam keselamatan pasien,” kata Sadli.
Menurut Sadli, pihaknya menargetkan, seluruh Puskesmas di Bolsel bisa terakreditas sebelum tahun 2019. “Tahun 2019, semua Puskesmas dan rumah sakit harus terakreditas. Jika tidak, dampaknya Puskesmas dan rumah sakit itu tidak bisa bekerja sama dengan BPJS,” beber Kadis.
Sementara itu, Wakil Bupati Iskandar Kamaru, memberikan dukungan kepada Dinas terkait terhadap upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Mengingat pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dijamin oleh pemerintah.

“Tentu kami memberikan apresiasi terhadap upaya Dinkes. Dinkes harus berupaya agar rumah sakit Bolsel dan seluruh Puskesmas bisa terakreditas,” ujar pasangan Bupati Hi Herson Mayulu ini. (lel)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.