Bom Ikan Marak di Perairan Likupang, Pemerintah Cuek?

MINUT– Penggunaan bom untuk menangkap ikan kembali marak di perairan laut Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Minut, Sarjan, aktivitas penggunaan bom ikan sudah empat hari belakangan terpantau oleh nelayan.

“Pelakunya segelintir oknum yang juga nelayan tak bertanggungjawab menjaga kelestarian ekosistem laut,” ungkap Sarjan kepada Indo Post.

Dikatakannya, dari sejumlah laporan nelayan penangkapan menggunakan bom terpantau di perairan Likupang II, Pulau Gangga, Kinabutan. Sarjan mengungkapkan, kepolisian diharapkan segera menindak para pelaku. “Saya siap kerja sama. Titik yang biasa menjadi lokasi pemboman sudah diketahui, begitupun oknum-oknum pelaku, masalahnya tinggal fasilitas untuk menjelajah perairan. Kita kekurangan fasilitas perahu cepat,” ungkap Hukumtua Likupang II ini.

Ia juga menyayangkan pemerintah belum bertindak cepat mengatasi masalah ini. Terakhir saja, operasi di laut di perairan Likupang dilakukan 3 tahun lalu. Tambah Sarjan, tanpa ada pemberian efek jera lewat penindakan hukum, aktivitas ini akan terus berlangsung,berpotensi nelayan lain ikut-ikutan. Dampaknya masyarakat tinggal menunggu ekosistem laut rusak.

Terpisah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sadrak Tairas saat dikonfirmasi Harian Indo Post mengatakan, ia masih baru dan di dinasnya juga sudah tidak ada Bidang Pengawasan. “Yang hanya ada Bidang pengawasan yakni di Dinas Kelautan Provinsi Sulut,” ungkapnya.

“Kami akan mengecek dan segera memberikan laporan ke Dinas Kelautan Provinsi Sulut, untuk bisa turun ke perairan Likupang Timur,” tambahnya. (fan)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.