Bupati JWS Fokus Kerja untuk Rakyat 

TONDANO—Pembangunan Kabupaten Minahasa selama dipimpin Bupati Drs Jantje W Sajow MSi (JWS) mengalami kemajuan luar biasa. Banyak masyarakat mengakui, kepemimpinan JWS dibanding pemimpin terdahulu, lebih baik. JWS dinilai berhasil mengubah apa yang pemimpin sebelumnya tidak bisa dan membawa kemajuan yang konkret di Minahasa.

“Kita dapat menyaksikan dengan mata telanjang, bahwa Minahasa memang maju. Jelas sekali dalam pembangunan infrastruktur dan pariwisata. JWS berhasil menumbuhkan iklim ekonomi positif yang mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Arly Motto dan Waslen Anano, warga Tondano Selatan, kemarin.

Misalnya menjadi contoh, kata mereka, yakni terobosan luar biasa JWS membangun Taman God Bless Minahasa dan Benteng Moraya. Kini setiap hari, objek itu selalu dikunjungi banyak wisatawan. “Sebelumnya ini tidak pernah terjadi di Minahasa. Ini bukti bahwa JWS berhasil ‘menghidupkan’ ibu kota kabupaten, Tondano, yang sebelumnya memang ‘mati’. JWS memang hebat,” aku keduanya.

Sementara itu, JWS berterima kasih akan apresiasi masyarakat itu. Namun ia katakan, pembangunan sekarang belumlah apa-apa. Tetapi masih banyak angan yang ia ingin wujudkan di Minahasa dari pusat ibu kota kabupaten hingga pelosok. “Seluruh Minahasa harus maju. Semua masyarakat harus sejahtera. Kalau sekarang sudah dianggap berhasil, saya ucapkan terima kasih. Kemajuan saat ini masih terus akan dilanjutkan bila saya dipercayakan lagi masyarakat memimpin Minahasa,” jelas JWS.

Sayangnya sekarang ini, bupati melihat, gerak cepatnya membangun Minahasa seperti sengaja dihambat sejumlah oknum dengan menyebar fitnah tentang dirinya. Namun JWS tegaskan, ia tak mau terganggu dan tetap fokus bekerja untuk rakyat ketimbang menanggapi fitnah itu.

Kata bupati, dia tidak mau ambil pusing dengan beredarnya tuduhan-tuduhan yang tak mendasar tersebut, baginya, yang terpenting adalah terus bekerja hingga masa jabatan selesai. “Saya akan tetap fokus bekerja untuk rakyat dan tidak mau menanggapi berbagai fitnah yang terus menghantam diri saya dan keluarga saya,” ujar bupati.

Tahun ini hingga tahun depan merupakan tahun politik di Minahasa, karena itu, JWS mengatakan momentum ini sengaja digunakan untuk mencari kesalahan-kesalahannya yang nyatanya tudak juga ditemukan. Dia juga memahami bahwa cara-cara seperti ini bertujuan untuk membuat opini di masyarakat agar membenci dirinya. Namun dia menganggap itu hal yang biasa, hanya saja caranya terlalu brutal dan gampang terbaca, sehingga tak layak baginya untuk ditanggapi.

“Saya hanya bisa tersenyum, dan hal ini makin memperkuat komitmen saya untuk membangun Minahasa sebagai pilihan utama ketika saya dilantik dan sumpah sebagai wakil bupati hingga menjadi bupati Minahasa,” terang bupati.

Di sisa beberapa bulan pemerintahan, JWS berharap agar masyarakat tetap mendukung dan mendoakannya agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan baik. “Masih banyak yang harus saya kerjakan hingga akhir masa jabatannya saya, sebagai bagian dari kewajiban saya selaku Bupati Minahasa. Saya harus bergerak cepat menyelesaikan target-target pembangunan yang masih harus diperjuangkan hingga akhir masa jabatan, dan biarlah itu menjadi bukti bagi masyarakat Minahasa bahwa saya telah berupaya, bekerja dengan keras tanpa mengenal waktu guna memberikan yang terbaik buat Minahasa dan rakyat Minahasa yang sangat saya cintai dan banggakan,” pungkas JWS.(inf)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.