Bupati Sangihe Temukan Alkes 2 Miliar Mubazir di RSUD Liunkendage

pasang slot online slot slot gowd

SANGIHE — Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bupati, Jabes Ezar Gaghana SE ME, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna, akhir pekan kemarin, berujung pada cerita pahit.

Betapa tidak, orang nomor satu di negeri Tampungan Lawo itu menemukan berbagai persoalan pelik di rumah sakit plat merah itu. Bahkan, kekesalan plus kemarahan sangat nampak ketika mendapati sejumlah peralatan medis dengan harga miliaran rupiah namun sudah rusak.

Salah satunya yakni alat kesehatan (Alkes) yang disebut scainer senilai Rp2 miliar yang masih baru, namun tidak bisa digunakan, lantaran daya listrik tidak mencukupi untuk mengoperasikan alat canggih tersebut.

“Segera perbaiki alat ini (Scainer, red), agar bisa secepatnya difungsikan,” perintah Gaghana kepada kepala IPRS yang juga selaku PPKOM, dalam proyek pengadaan seluruh Alkes.

Pada kesempatan itu juga ia mengungkapkan bahwa mubazirnya sejumlah Alkes tidak lepas dari kelalaiyan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Satu-satunya rumah sakit daerah yang punya fasilitas seperti ini hanya RSUD Liunkendage Tahuna, tapi sangat disayangkan, ini tidak bisa digunakan,” sesalnya sembari menambahkan, padahal kalau alat ini berfungsi, masyarakat tidak perlu lagi ke Manado untuk mendapatkan pelayanan serupa.

Hal lain yang semakin membuat ia kecewa adalah kondisi beberapa ruang operasi yang sudah hampir satu tahun belum bisa dimanfaatkan karena kontraktor yang mengerjakan proyek gedung plus kamar operasi sudah menghilang, padahal pekerjaannya belum tuntas.

Dalam sidak itu, Gaghana yang turut didampingi Assisten II, Ben Pilat dan Plt Kadis Kesehatan dr Jopy Thungari, juga sempat menggelar rapat dengan seluruh jajaran pejabat rumah sakit.

Eks politisi PDIP ini meminta penjelasan Direktur Rumah Sakit, dr Hellen Iyong, soal tak tersedianya oksigen, sehingga disebut-sebut menjadi salah satu penyebab meninggal salah satu pasien. Terungkap bahwa penyebabnya adalah rusaknya mesin produksi oksigen.

Bupati pun meminta masalah kelangkaan oksigen segera dituntaskan.

“Saya minta, masalah ini harus segera diselesaikan. Intinya, bagaimana caranya di rumah sakit ini harus tetap ada oksigen yang tersedia, meskipun mesin produksinya mengalami kerusakan,” tegasnya.

Menariknya, meski sempat emosi, namun di kesempatan yang sama Gaghana juga tampak prihatin mendengar curhat para dokter sehubungan dengan kesejahteraan mereka yang sudah beberapa bulan terakhir belum dibayarkan. (nal)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.