Dana PKH untuk Sekolah Anak

TONDANO — Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) hendaknya menggunakan dananya itu untuk kebutuhan sekolah anak-anak, bukan untuk membeli rokok suami.

“Ini yang ngomong dan yang pesan Pak Jokowi (Presiden RI, red) langsung, loh. Jadi tolong dananya digunakan sebaik mungkin. Kalau anak minta uang buat beli pulsa katakan tidak! Begitupun dengan suami, kalau minta uang PKH buat beli rokok, tolong jawabnya tetap sama, ya, jawabnya tidak!” ujar Khofifah yang diiringi tepuk tangan ratusan penerima bantuan.

Dia juga menegaskan, PKH itu sendiri selalu dikontrol oleh Kemensos, sehingga jika terjadi penyelewengan, ataupun pelanggaran dalam penggunaannya, maka bakal ada punishment atau sanksi yang bakal diberlakukan.

“Nah, ingat ya ibu-ibu. Ini kan pemerintah berikan bantuan sesuai keperluan guna menimalisirkan angka kemiskinan. Kalau uangnya diselewengkan atau bahasa kasarnya beralih fungsi, maka si penerima itu bakal kita penalti,” ucapnya.

Untuk tahap I PKH yang diterima itu senilai Rp500.000 per keluarga. “500 ribu ini bukan hanya kali ini saja, karena nantinya dana PKH yang disalurkan lebih dari satu tahap dengan total besarannya 1,9 juta. Dan itu harus betul-betul dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak atau usaha yang menambah kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Lebih jauh, Mensos menyebutkan, jumlah penerima PKH non tunai di Indonesia saat ini sebanyak 3 juta keluarga penerima manfaat, dan akan meningkat dua kali lipatnya pada bulan Juni.

Oleh karenanya, kata Mensos, dalam proses tahap berikutnya ini Kemensos akan sangat serius untuk memastikan kesiapannya di lapangan, terutama untuk akses masyarakat untuk mengambil dana PKH. Kartu PKH digabungkan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang disebut KUBE-PKH. Dengan begitu, PKH tak lagi dikucurkan dalam bentuk uang tunai.

Di tempat yang sama, Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Asisten II Rudi Mokoginta SE mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menyeleksi penerima bantuan sesuai dengan ketentuan.

“Penerima bantuan harus sesuai dengan kriteria, persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan, sehingga program ini akan tepat guna dan tepat sasaran,” ujarnya.(idp/baz)

 

 

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.