Desa Sapa Timur dan Pakuure Utara Terancam Tidak Terima Dandes

 

 

 

AMURANG — Tahun 2017 ini Dana Desa terancam tidak akan terealisasi 100 persen.  Pasalnya sampai saat ini  ada dua desa yakni Sapa Timur dan Pakuure Utara yang belum memasukkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan Dandes 2016.

Menurut informasi yang diperoleh Indo Post dari salah satu sumber menyebutkan, penyebab terjadinya keterlambatan pemasukan LPJ dua desa ini disebabkan ada mantan Hukum Tua yang mengabaikan untuk membuat LPJ.

Sementara itu, penjabat Hukum Tua Desa Sapa Timur Ronny Lengkey, saat dikonfirmasi membenarkan adanya persoalan tersebut. “Saya sudah menghubungi mantan Hukum Tua untuk membicarakan persoalan ini agar bisa selesai. Tapi sampai hari ini belum ada respon positif dari mantan Hukum Tua,” jelas Lengkey.

Lengkey mengancam akan segera mengundurkan diri dari Penjabat Hukum Tua Desa Sapa Timur, apabila persoalan LPJ tidak bisa diselesaikan. “Jujur saja,  saya tidak mau mengambil resiko dan saya tidak mau disalahkan masyarakat. Karena  ada persoalan ini, dan bukan kelalaian atau kesalahan saya. Bila tidak ada titik temu dalam menyelesaikan persoalan ini, maka saya lebih baik mundur,” ancamnya.

Menanggapi persoalan tersebut ketua APDESI Minsel Jerry Bokau SSos, mengaku prihatin atas terjadinya persoalan ini. Dia meminta kepada mantan Hukum Tua untuk lebih bijak dalam berpikir dan bertindak. “Dana Desa adalah hak seluruh masyarakat untuk menyukseskan pembangunan di desa. Kalaupun terjadi persoalan seperti ini, saya sarankan kepada rekan-rekan mantan Hukum Tua sebaiknya untuk segera membuat LPJ. Karena apabila diabaikan, maka sangat berpotensi terjadi pelanggaran hukum serta mengamcam pembangunan di desa tidak terlaksana dengan baik. Dan juga saya ingatkan kepada penjabat Hukum Tua untuk sebisa mungkin menyelesaikan persoalan LPJ, karena ini juga menjadi tanggung jawab penjabat Hukum Tua,” jelas Bokau. (jem)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.