Dibangun Sejak 2015, 3 Bak Penampung Air Buyandi Mubazir

BOLTIM—Berbagai pembangunan fisik di Kabupaten Boltim tampaknya tak terencana dengan baik. Pasalnya, setelah dibangun, beberapa proyek fisik tak kunjung digunakan, salah satunya bak penampung air di Desa Buyandi, Kecamatan Modayag. “Bangunan ini berdiri sejak tahun 2015, sampai saat ini kami tidak tahu manfaatnya untuk apa karena penampungnya tidak ada air,” ungkap Ages Koas, warga setempat.

Menurutnya, warga di Desa Buyandi sangatlah kesulitan air, sehingga bak penampung ini harus dimanfaatkan. “Kami meminta kepada pemerintah untuk segera mempergunakan bak penampungan ini. Diharapkan juga dalam merencanakan pembangunan harus tepat sasaran agar tidak mubazir,” tegas Ages.

Terpisah, Kepala dusun IV Suwardi Mamonto mengatakan, keluhan dari masyarakat hanya ketersediaan dari bersih. Katanya, kalau musim kemarau, sumur warga sering kering. “Waktu lalu ada program air masuk desa, tapi sampai saat ini tidak berfungsi,” ujarnya. “Sebagian pipa serta tangga untuk naik ke bak sudah rusak. Lama kelamaan akan lebih parah lagi, jika dibiarkan,” bebernya.

Sementara itu, Sangadi Desa Buyandi Enong Paputungan mengatakan memang tiga bak tersebut tidak berfungsi karena penyaluran ke rumah warga belum ada. “Saya sudah sempat menanyakan ke pemerintah kabupaten, namun jawabannya akan dimanfaatkan lewat embun. Bangnan ini dikelola oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera mengecek bangunan bak air tersebut. “Setahu saya, pekerjaan lanjut harus dilakukan oleh pemerintah desa lewat dana desa misalnya pipa dan kran ke tiap keluarga,” terangnya.

Disisi lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sahrul Abdul Muis mengatakan tahun 2018 semua jaringan air maupun bak penampung akan difungsikan. “Jadi saya jamin 2018, masalah air akan terselesaikan secara perlahan-lahan tiap desa. Saya saat ini sementara menyelesaikan jaringan pipa di Dodap,” kuncinya. (iki/jly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.