Diikuti ASN se-Sulut, Lelang Jabatan Eselon II di Bolsel Bakal Sengit

BOLSEL— Meski lelang jabatan eselon II di Bolsel masih dalam tahap persiapan, namun dipastikan seleksi tersebut akan berlangusung ketat. Potensi mendaftarnya ASN luar daerah terbuka lebar. Pasalnya, lelang jabatan digelar secara terbuka untuk seluruh ASN se- Sulut yang sudah memenuhi persyaratan. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Pedidikan dan Pelatihan (BKPP) Peky Bangki.

Dijelaskannya, sesuai penegasan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), lelang jabatan tidak boleh hanya dibuka untuk linkup pemerintah setempat. “Jadi, lelang jabatan terbuka untuk seluruh ASN se Sulut yang sudah memenuhi syarat,” terang Peky.

Dituturkannya, jabatan eselon II yang akan dilelang di antaranya, Asisten 1, Asisten III, BKPP, Bappelitbang, Sekwan, Disperidagkop, Dishub, DPMD PP dan PA, DPPKP, Dikpora,Dinkes, DPPT,DLH dan Dinsos serta dua Staf Ahli. “Jadi total ada enam belas jabatan yang akan dilelang,” tutur Peky.

Untuk panitia seleksi (Pansel) katanya, diketuai Sekda Idra Damopilii dan empat anggota dari akademisi. “Total 5 orang,” imbuhnya.

Dikatakannya, saat ini DPKP sedang mempersiapkan tahapan lelang jabatan. “Tahapan awal akan ditempel pengumuman persyaratan pendaftaran lelang jabatan,” kata Peky.

Sebelumnya, Sekda Indra Damopolii mengatakan, Pemkab Bolsel sudah mengantongi rekomendasi pelaksanaan lelang dari (KASN). Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)katanya, dilakukan secara terbuka. “Syarat ASN yang ikut lelang jabatan sudah golongan minimal IVa. ASN yang sudah memenuhi syarat, khususnya di lingkup Pemkab Bolsel segera persiap diri. Jangan sia-siakan peluang,” ujar Sekda.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Ahmadi Modeong, menambahkan, rekomendasi dimaksud adalah surat nomor B-1861/KASN/07-2017 perihal rekomendasi melaksanakan seleksi terbuka JPT di lingkup Pemkab Bolsel. Dikeluarkan Tanggal 10 Juli 2017. Ini menjadi dasar pelaksanaan lelang jabatan di lingkup Pemkab Bolsel.
“Selain (minimal) golongan IVa, harus punya kompetensi manajerial, Sosiokulutural dan teknis untuk setiap jabatan yang dilamar,” kata Ahmadi Modeong.
Ditambahkannya lagi sedikit soal teknis lelang jabatan nanti. Katanya, 19 jabatan tidak dilelang sekaligus, melainkan secara bertahap. Selanjutnya, ada batasan-batasan untuk sistem pelamaran. “Satu pelamar maksimal mendaftar di dua jabatan. Satu jabatan minimal empat pelamar dan maksimal lima pelamar,”kata Ahmadi.(lel)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.