Dinas PU-PR Paparkan Pengelolaan dan Pemanfaatan DAS

BITUNG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Bitung mensosialisasikan Pengelolaan dan Pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) kepada peserta sekolah sungai dalam Gerakan Pengurangan Resiko Bencana, Selasa (12/9) di DAS Girian.

Kepala Dinas PU-PR Rudy Theno ST MT melalui Kabid SDA Rizal Sompotan ST saat membawakan materi mengatakan bahwa pengelolaan DAS merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, petani dan pemerintah untuk memperbaiki keadaan lahan dan ketersediaan air secara terintegrasi di dalam suatu DAS.

“Dari namanya, DAS menggambarkan bahwa sungai atau air merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan DAS karena air menunjang kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya,”ucapnya.

Rizal juga memaparkan, masalah pada DAS yang utama berhubungan dengan jumlah (kuantitas) dan mutu (kualitas) air. “Permasalahan pokok yang dijumpai dalam DAS adalah degradasi lahan (erosi), penurunan kualitas air, kekeringan dan banjir, pendangkalan sungai, danau atau (perubahan debit sungai) waduk oleh sedimen,” paparnya.

Menurutnya, pengelolaan DAS bertujuan untuk mengkonservasi tanah pada lahan pertanian. “Memanen (menyimpan) kelebihan air pada musim hujan dan memanfaatkannya pada musim kemarau, memacu usaha tani berkelanjutan dan menstabilkan hasil panen melalui perbaikan pengelolaan sistem pertanian serta memperbaiki keseimbangan ekologi (hubungan tata air hulu dengan hilir, kualitas air, kualitas dan kemampuan lahan, serta keanekaragaman hayati),”tuturnya.

“Terkait pemanfaatan DAS, adapun yang harus dilakukan yaitu mempertahankan sebanyak mungkin air hujan, mengalirkan kelebihan air permukaan dengan kecepatan yang aman ke kolam penampung untuk digunakan kemudian, maksimalkan produktivitas lahan, menstabilkan sumber penghasilan dan mengurangi resiko kegagalan selama terjadinya penyimpangan iklim (terlalu sedikit atau terlalu banyak hujan), meningkatkan atau memperbaiki infrastruktur yang dapat membantu kelancaran distribusi dan yang paling penting, jangan melakukan tindakan konservasi kalau belum dimengerti apa masalah yang akan dipecahkan dan apa manfaat tindakan tersebut,”jelasnya.

Rizal juga berharap agar para peserta sekolah sungai ikut mensosialisakan sejumlah aturan terkait dengan pemanfaatan DAS. “Terutama Perda (Peraturan Daerah) Kota Bitung No. 7 Tahun 2014 tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan DAS Kota Bitung,”pungkasnya.(ray)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.