Dipaksa Bugil, Gadis Tikala Dihamili Brondong Pengangguran

pasang slot online slot slot gowd

MANADO — Malang menimpa gadis cantik sebut saja Kemuning (20), warga salah satu kelurahan di Kecamatan Tikala. Betapa tidak, usai dinodai AP alias Dit (19), warga Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting dan kini sudah mengandung 9 bulan, korban justru dibiarkan menanggung aib sendiri. Lantaran, pelaku yang lebih mudah satu tahun dari korban ini, memilih untuk tidak bertanggungjawab. Kecewa dengan sikap sang brondong, korban pun memilih jalur hukum dengan melapor ke Polresta Manado, Rabu (16/8).

Informasi yang dihimpun Indo Post, adegan terlarang terjadi Desember 2016 lalu.  Kala itu, korban yang masih tercatat sebagai salah satu mahasiswi di salah satu universitas ternama di Sulut ini, dihubungi pelaku via telefon genggam oleh pelaku yang tak lain adalah pacarnya. Korban disuruh pelaku yang tak memiliki pekerjaan ini untuk ke rumahnya. Karena sudah saling cinta, korban pun memutuskan menyambangi rumah pelaku. Saat tiba di rumah, pelaku langsung menyuruh korban masuk ke kamar. Mirisnya, saat di dalam kamar, gadis berparas cantik ini dipaksa bugil oleh pelaku. Awalnya korban langsung menolak.

Tapi karena mendapat ancaman, korban akhirnya mengiyakan permintaan pelaku. Disitulah baru pelaku melaksanakan aksi bejatnya dengan menyetubuhi korban. Usai berhubungan badan, lelaki pengangguran ini menyuruh korban untuk pulang. Beberapa hari kemudian, korban mengetahui dirinya sudah tidak lagi datang bulan. Setelah dicek, ternyata dirinya telah hamil. Korban pun segera memberitahukan kepada pelaku bahwa dirinya telah mengandung.

Namun, hingga usia kandungan korban mencapai sembilan bulan. Pelaku tak mau untuk mempertanggung jawabankan perbuatannya. Alhasil, jalur hukum ditempuh korban dengan melaporkan kekasih hatinya tersebut ke pihak berwajib. Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporanya sudah diterima dan kasusnya sudah ditangani unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” ujar mantan Kapolsek Pineleng ini. (ndy)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.