DPRD Desak BSG Jelaskan Kekurangan Dividen

 

MANADO — Belum terpenuhinya target setoran dividen oleh PT Bank SulutGo (BSG) kepada Pemerintah Provinsi Sulut, terus dipersoalkan sejumlah anggota Badan Anggaran DPRD. Pada rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2017, Rabu (9/8), masalah tersebut kembali disentil Badan Anggaran.

Anggota Banggar Drs Eddyson Masengi mengingatkan bahwa tidak tercapainya target dividen Bank SulutGo adalah masalah serius yang harus ditindaklanjuti Pemprov dan DPRD. “Ini catatan serius dari DPRD. Apalagi ada kabar tidak tercapainya target, karena dividen Bank SulutGo dikonversikan ke saham,” ungkap Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Sayangnya, sorotan Banggar tersebut tidak dijawab langsung dalam rapat oleh Ketua TAPD Edwin Silangen. Bahkan kepada wartawan, usai rapat, Sekprov kelabakan memberikan jawaban. Ia berkelit bahwa masalah Bank SulutGo telah diserahkan ke DPRD. Karena menurut dia, dividen Bank SulutGo bukan tidak tercapai, tapi memang ditargetkan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Pemprov memang pemegang kendali saham, tapi Pemprov bukan satu-satunya pemegang saham. Kalau soal dividen dikonversikan ke saham, saya tidak tahu. Sebaiknya tanya langsung ke Direktur Bank SulutGo,” ujar Silangen.

DPRD sendiri berencana akan memanggil Bank SulutGo dalam waktu dekat untuk mengklarifikasi masalah dividen ini.

Seperti diketahui, target dividen Bank SulutGo ke Pemprov Sulut ditetapkan sebesar Rp55 miliar, namun target yang dipenuhi baru sebesar Rp31 miliar. Selisih hingga Rp24 miliar ini yang dipertanyakan Banggar, karena menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan capaian PAD.(jos)

“Akibat tidak capai target akhirnya berdampak bagi sektor lain, bahkan semua SKPD dikenai potongan belanja dalam rangka penghematan,” kata Eddyson Masengi.(jos)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.