Eks Kepsek SMK Talaud Tersandung Korupsi 4,1 M

MANADO — Dugaan korupsi dana bantuan Kementerian Pendidikan berbanderol Rp4,1 miliar denga terdakwa OJA alias Ony, kembali disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Selasa (8/8).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa eks kepala sekolah (Kepsek) SMKN I Talaud, dengan sangkaan telah menilep ratusan juta uang negara dalam proyek pembangunan SMKN I Talaud.

“Terdakwa pada tahun 2013 mulai Januari sampai bulan Mei 2013, menggunakan sebagian dana bantuan untuk memperkaya diri sendiri, serta kepentingan pribadi,” ungkap JPU di persidangan.

Akibat perbuatannya, sambung JPU, negara mengalami kerugian sebesar Rp975.139.778. “Ini sesuai laporan hasil pemeriksaan khusus atas pelaksaaan bantuan pengembangan SMK unggulan di Daerah Khusus pada SMKN I Melonguane Tahun Anggaran 2012,” bebernya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Vincentius Banar, bersama Hakim Anggota Alfi Usup dan Emma Elyani.

Terungkap pula, hasil pemeriksaan Inspektorat Talaud, uang korupsi dipergunakan terdakwa untuk membeli lahan di beberapa lokasi serta membeli becak motor (bentor) dengan harga Rp10 juta. Sementara temuan realisasi di lapangan yakni; kekurangan volume atas pembangunan baru dan rehab ruangan, pembayaran upah kerja yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan pajak ratusan juta yang belum disetor.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, terdakwa lantas mengganjar pidana terdakwa Ony dengan menggunakan pasal 2 ayat (1) juncto (jo) pasal 18, pasal 3 jo pasal 18 dan pasal 9 jo pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 1999, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Sekedar diketahui, berkas perkara Ony telah ditembuskan Kejaksaan Negeri (Kejari) Talaud sejak, Senin (24/7) lalu, dan teregister dengan nomor 14/Pid Sus-TPK/2016/PN. Mnd. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.