Gadis Sangihe Dipaksa Ngeseks, Pertama Kali Dilakukan di Ruang Kelas

 

SANGIHE — Apes dialami gadis Sangihe, sebut saja Bunga (20) -disamarkan-, warga Kecamatan Tamako. Betapa tidak, gadis malang ini dipaksa melayani nafsu birahi SR alias Stev warga Pokok, Tamako.

Mirisnya lagi, perbuatan bejat pelaku telah dilakukannya berulang kali sehingga korban kini tengah hamil anak kedua hasil ‘duel rangjang’ dengan pelaku.

Celakanya, belakangan pelaku memilih untuk lepas tanggung jawab. Orang tua Bunga yang tidak terima dengan sikap pelaku yang menolak menikahi buah hati mereka, memilih membawa kasus itu ke ranah hukum.

Adapun penuturan korban terhadap petugas, ia dan pelaku telah menjalin hubungan spesial sejak Oktober 2012, silam.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya Desember 2013 saat pelaksanaan natal sekolah, pelaku mengajak korban untuk berhubungan layaknya suami istri.

Menariknya, ajakkan pelaku diungkapkan saat keduannya sedang berada di dalam salah satu ruangan kelas di Tamako.  Entah apa yang ada di benak korban, layaknya gayung bersambut, ajakkan pelaku mendapat respon positif. Buntutnya, ‘duel ranjang’ pun terjadi.

Nah, semenjak saat itu, keduanya langsung ketagihan. Ini dibuktikan dengan kerap diulanginya adegan serupa ketika ada waktu luang. Sampai pada suatu ketika tepatnya pada 2015, tamu bulanan korban sudah tidak nongol lagi.

Merasa sudah berbadan dua, korban pun memberanikan diri mengakui perbuatan yang telah dilakukannya bersama pelaku.

Mendengar pengakuan sang buah hati, kedua orang tuanya meminta pelaku untuk menikahi korban. Awalnya pembicaraan itu berjalan sesuai harapan, dimana pelaku telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan apabila melanggar perjanjian, maka bersedia diproses secara hukum.

Ironisnya, hingga buah cinta keduanya lahir, pelaku tak kunjung datang untuk meminang korban. Bahkan, Desember 2016 lalu, terlapor kembali mengajak korban ke tempat kost.

Celakanya, saat itu pelaku kembali menggarap kebun kecil korban sekaligus manabur benih untuk kedua kalinya. Giliran korban mengaku tengah berbadan dua beberapa bulan kemudian, pelaku justru menyuruh korban untuk menggugurkan kandungannya.

Namun, permintaan pelaku tak diiyakan korban.

Sebaliknya, korban memilih melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Tamako.

Kapolsek Tamako Iptu J T Sedu membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan tersebut akan kami tindaklanjuti, kami akan menjemput terlapor untuk menyelesaikan kasus ini,” tegasnya. (tim)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.