Gaghana-Hontong Diminta Tindaklanjuti Proyek Mubazir

SANGIHE — Bukan rahasia lagi jika Sangihe di era kepemimpinan bupati sebelumnya telah mewariskan sejumlah proyek mubazir. Bahkan, jika ditotalkan anggaran proyek dari sejumlah Kementerian yang kini ‘tabiar’ ini, terbilang fantastis.

Oleh karena itu, diawal pemerintahan Me’Gahagho di bawah komando Jabes E Gaghana selaku bupati dan Helmut Hontong (JEG-HH) yang adalah wakil bupati, diharapkan proyek mubazir ini bisa diungkap, sehingga diketahui siapa dalamnya.

“Tidak sedikit uang rakyat yang dianggarkan dalam proyek tersebut, namun nyatanya kita bisa lihat sendiri bagaimana hasilnya. Oleh karena itu, kami meminta agar Pak Yabes dan Pak Helmut segera menindaklanjuti proyek tersebut,” pinta Koordinator Aktivis Penggiat Anti Korupsi Sangihe (APAKS), Jhony Rompas.

Ia menambahkan, sorotan untuk proyek abal-abal ini bukan baru sekarang, namun sudah disuarakan berulang kali semenjak beberapa waktu lalu, namun sayangnya tak pernah nampak tindak lanjutnya.

“Pemerintah daerah maupun aparat jangan pura-pura tidak tahu,” serunya sembari menyebutkan, jangan nantinya hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

“Kalau pun belum bisa langsung ditindaklanjuti dengan proses hukum, minimal pemerintah daerah membentuk tim kerja guna melakukan pendataanlah terlebih dahulu terhadap puluhan proyek siluman itu,” usulnya.

Ia menambahkan, hal ini perlu karena dirinya meyakini bahwa proyek tersebut telah merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar.

“Patut diusut tuntas karena sudah pasti ada kerugian negara disana,” tandasnya.

Disatu sisi, kata dia, jika proyek tersebut tidak ditindaklanjuti, maka bukan tidak mungkin pemerintahan Me’Gahagho akan menjadi sabun pencuci lumpur bagi pemerintahan sebelumnya.

“Jangan sampai kebobrokan pemerintahan sebelumnya mencoreng kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada pemerintahan Me’Gahagho,” pungkasnya. (nal)

Proyek Mubazir

Pembuatan KM Tampungang Lawo             Rp11,5 miliar

Proyek cool storage di Matutuang                Rp4 miliar,

Dermaga Jety di Teluk Tahuna (3 paket)    Rp12 miliar

Proyek Dermaga Kapal Fery di Marore        Rp15 miliar

Puluhan proyek mesin penyuling air asin Rp4 miliar (per unit)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.