Galian C di Desa Kilo Tiga Amurang Diduga Ilegal

AMURANG — Masyarakat Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang, saat ini tengah dihantui rasa cemas. Pasalnya aktifitas galian C  yang diduga illegal,  berupa penambangan pasir di daerah aliran sungai (DAS) Ranowangko, masih terus berlangsung dan mengancam terputusnya ruas jalan penghubung Desa Kilometer Tiga dan Kelurahan Uwuran Kecamatan Amurang.

“Mewakili masyarakat, saya minta Pemkab  untuk mengambil langka tegas dan segera menutup lokasi galian C illegal di DAS Ranowangko, sebab aktifitas ini mengancam terputusnya akses jalan penghubung,”ujar Marsel Tiow. Sementara itu, Kasatpol-PP Drs Nofriet Ransulangi berjanji akan turun ke lokasi dan melakukan penertiban kembali kegiatan tersebut. “Beberapa waktu lalu, kami (Satpol-PP,red) sudah menutup aktifitas galian C di lokasi DAS Ranowangko Desa Kilometer Tiga, karena sering dikeluhkan masyarakat serta belum mengantongi ijin. Kalaupun saat ini aktivitas penambangan sudah berlangsung lagi, maka besok (hari ini,red) kami akan ke lokasi untuk menghentikannya,” terang Ransulangi.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Minsel Noldy Poluakan meminta kepada Pemkab untuk  memberi sanksi, sehingga bisa memberi efek jerah kepada oknum pelaku galian C ilegal. “Kalau sanksinya hanya berupa penertiban, pasti tidak akan membuat pelaku galian C berhenti, melainkan akan terus melakukan aktifitas saat ada kesempatan. Jadi saran saya sebaiknya Pemkab Minsel untuk segera berkoordinasi dengan Pemprov Sulut, guna mencari langka dalam menerapkan sanksi yang lebih tegas dan berdasarkan aturan,” ujarnya.

Poluakan sedikit menyoroti lemahnya pengawasan oleh pihak terkait, sehingga berimbas pada maraknya aktifitas galian C illegal disejumlah wialayah  Minsel. “Pengawasan perlu ditingkatkan lagi. Demikian juga butuh kesadaran dari masyarakat terlebih khusus pelaku galian C untuk tidak melakukan aktifitas, tanpa dilengkapi ijin,” sorotnya. (jem)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.