Gara-gara Ortu Bikin Stres, Raymond Gantung Diri

Korban ditemukan tak bernyawa tergantung di cabang pohon pala.Tampak para petugas dan tim rumah sakit sedang melakukan identifikaàasi di TKP.

SITARO– Inilah akibatnya jika seseorang tidak mampu lagi membendung rasa frustasinya. Tengok saja yang dilakukan Raymond Patuo (23), warga Lindongan 1, Kampung Pahiama, Kecamatan Tagulandang. Betapa tidak, ia ditemukan tergantung tak bernyawa di pohon pala menggunakan seutas tali nilon biru, Sabtu (12/8) sekira pukul 07.05 WITA.

Menurut penuturan saksi Stenly Limpong (25) warga setempat, sekira pukul 06.30 WITA, saksi terbangun dan membuka pintu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat korban sudah tergantung di cabang pohon pala sekira 10 m dri rumah Kel. Elvis Mangoto.

“Kita langsung pigi kase tau pa depe kaka (Saya langsung memberitahukan kepada kakaknya) ibu Wisyelin Patuo,” bebernya. Setelah itu, pihak keluarga beserta warga langsung membuat laporan ke aparat kepolisian. Mendapat laporan, Kapolsek Tagulandang AKP Luther Tadung  berasama beberapa didampingi tim medis RSUD Tagulandang di bawah koordinasi dr. R Boneka, langsung menyambangi lokasi sekaligus melakukan olah TKP dan memgevakuasi korban. “Korban sudah meninggal saat kami tiba,” ujar Tadung.

Lanjutnya, dalam saku korban ditemukan secarik kertas dengan beberapa penggalan kalimat yang menyatakan korban stres dengan persoalan rumah tangganya. “Intinya, koraban stres dengan tindakan ibunya yang mencampuri rumah tangganya,” beber Kapolsek mengutip dari tulisan di kertas.

Oleh karena itu, sambung dia, kesimpulan sementara sehubungan dengan kematian korban yakni frustasi dengan masalah keluarga. Sekedar diketahui, korban telah menikah awal Juli kemarin, namun karena sesuatu dan lain hal, korban terpaksa pulang ke rumahnya di Pahiama, sementara istrinya ditinggalkannya di Haasi. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.