Gawat, Belasan Desa Sitaro Diteror Banjir Bandang

pasang slot online slot slot gowd

 

Daerah Rawan Banjir:
1. Kec. Sibarut: Kinali, Winangun dan Kiawang
2. Kec. Sitimsel: Sawang Bandil dan Biau.
3. Kec. Sitim: Kel. Bebali dan Kel. Tarorane.
4. Kec. Tagulandang: Kel. Balehumara, Barangka dan Tulusang.
5. Kec. Tagsel: Humbia

Rawan Banjir Bandang:
1. Kec. Sitimsel: Sawang dan Mala.
2. Kec. Sitim: Karalung, Lia I, Moade dan Apelawo.
3. Kec. Sibar: Bumbiha
4. Kec. Tagut: Lumbo
5. Kec. Tagsel: Antara Kisihang dan Birakiama

Sumber: BPBD Sitaro

SITARO– Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada belasan desa di Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), rentan diserang bencana banjir dan banjir bandang (lihat grafis). Hal ini turut dibenarkan Kepala BPBD Sitaro, Bob Ch Wuaten. “Wilayah Siau Barat Utara dan Siau Timur paling rentan,” kata Wuaten. Dijelaskannya, salah satu faktor penyebab Siau Barat Utara dan Siau Timur lebih rentan dengan banjir bandang yakni keberadaan gunung karangetang. “Material Karangetang yang tertampung di puncak, akan meluncur secara otomatis ketika curah hujan tinggi. Dan dari itulah kemudian terjadi banjir lahar dingin yang kerap menerjang beberapa desa di Siau Barat Utara dan Siau Timur,” terangnya. Oleh karena itu, warga yang mendiami zona merah alias zona rawan bencana, diminta untuk segera mengungsi saat curah hujan terus terjadi. Para Camat, Lurah dan Kapitalau untuk tetap pro-aktif. “Apalagi saat cuaca sedang tidak bersahabat, harus stand by di wilayah, jangan nanti ada laporan baru turun lapangan,” serunya mengutip imbauan bupati. Lepas dari teror banjir bandang, data juga menunjukkan bahwa ancaman banjir juga ternyata berpotensi menerjang beberapa wilayah, termasuk di daratan Tagulandang. “Sejauh ini wilayah Biaro terbilang aman dibanding Siau dan Tagulandang,” tuturnya. Namun demikian, sambung dia, meski terbilang safe, bukan berarti warga tidak waspada. “Bencana tak bisa ditolak, namun bukan berarti tak bisa diminimalisir. Nah, siapa yang selalu waspada, tentunya potensi terkena musibah akan bisa ditekan,” serunya. Olehnya, warga didesak untuk terus waspada, apalagi saat berada di luar rumah. Terpisah, Ruben Janis, meminta agar mencari solusi jalan alternatif di area batu awang. “Di jalur tersebut kerap terputus saat hujan turun, sehingga diharapkan ada kepedulian pemerintah daerah,” harapnya. (gus)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.