GSVL: Warga Gereja Harus Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Syukuran HUT ke-20 Jemaat GMIM Kharisma Buha Mapanget

 

 

MANADO – Sebagai warga gereja yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harus semakin dewasa dalam memaknai nilai-nilai Pancasila. Jangan hanya dihafal saja, namun implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus nampak.

“Menjadi orang Kristen yang tinggal di negara ini, harus semakin hari semakin dewasa dan semakin bertumbuh dalam iman, karena jangan hanya kita menghafal dan mengaku Pancasila saja, namun yang paling penting nilainya kita harus terapkan, jangan cuma ungkapkan atau slogan belaka,” ujar Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 jemaat GMIM Kharisma Buha, Minggu (11/06).

Menurutnya, umat Kristiani harus selalu menerapkan kasih Kristus dengan ikut serta membantu pemerintah dalam menciptakan suasana Kota Manado yang aman dan nyaman.

“Mari kita saling menerima dan menghargai penerapan nilai-nilai kemanusiaan. Demi untuk Kota Manado, mari kita jaga terus kenyamanan, keamanan dan kedamaian kota ini dengan menjaga lingkungan disekitar kita. Kalau ada tamu yang baru datang, sebaiknya di cek keberadaan maksud dan tujuannya. Ruang di Kota Manado, mari kita praktekkan kehidupan kebersamaan dengan saling mengasihi,” tuturnya.

Warga jemaat Kharisma Buha yang berada di wilayah Kecamatan Mapanget, diminta untuk mendukung rencana pemindahan aktifitas pemerintahan Kota Manado ke wilayah tersebut.

“Mohon dukungan warga di kecamatan Mapanget, karena dalam waktu dekat Pemkot Manado punya rencana program akan memindahkan aktivitas perkantoran yakni kantor Walikota dan seluruh Perangkat Daerah (PD) ke wilayah Kecamatan Mapanget,” harap GSVL.

Alasan dipindahkannya semua aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Manado yakni, untuk mengamankan arsip dan dokumen Pemkot Manado dari ancaman banjir, selain untuk memudahkan layanan kepada masyarakat karena semua Perangkat Daerah berada dalam satu kawasan.

“Juga untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan seputar Tikala atau pusat kota. Dimana, bayangkan saja jumlah ASN di jajaran Pemkot Manado mencapai 8 ribu orang. Dan rata-rata memiliki kendaraan baik roda empat mobil dan roda dua motor. Jika di ambil setengah saja atau 4 ribu pegawai, maka pastinya akan menimbulkan kemacetan. Makanya mari bantu dukung program Pemkot Manado kedepan, guna menjadikan wilayah Mapanget dan Bunaken sebagai Manado Kota Baru nantinya,” tandasnya. (hum/zly)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.