Gubernur Maafkan Penyebar ‘Hoax’ di Medsos

MANADO — Pemerintahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw diterpa ‘badai’. Serbuan pendemo ke Kantor Gubernur dan masyarakat di media sosial, terkait kedatangan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, akhir pekan kemarin, telah berakhir damai, kemarin sore.

Dimediasi dan difasilitasi Kapolda Sulut Irjen (Pol) Bambang Warsito, Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw menerima sembilan perwakilan lintas organisasi masyarakat dan penggiat adat Ke-Minahasaan, di Ruang Tamu Gubernur, kemarin siang.

Pertemuan yang berlangsung hangat serta dialogis itu untuk menyikapi tuntutan aspirasi para pengunjuk rasa. Gubernur secara arif dan bijaksana menjawab secara lugas soal kompleksitas permasalahan yang mengemuka saat ini, utamanya isu disintegrasi, intoleransi, dan suasana batin masyarakat Sulut yang menilai adanya ketidakadilan hukum.

Selanjutnya, menyikapi tuntutan dan aspirasi dari perwakilan unjuk rasa damai ini, kata Gubernur, Pemprov Sulut akan memfasilitasinya untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Turut serta dalam pertemuan ini, Wagub Steven Kandouw, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekprov Edwin Silangen, Wakil Ketua DPRD Wenny Lumentut, Asisten III Roy Roring, Asisten I Roy Mewoh, dan Kadis Kominfo Roy Tumiwa.

Gubernur, sebelum meninggalkan Kantor Gubernur, kemarin sore, kepada wartawan mengaku sangat merespon aspirasi dan menyikapinya dengan bijaksana.

“Saya tadi sudah menerima langsung para perwakilan pendemo, dan saya kira itu sangat bagus bagi kita karena telah menyampaikan kegundahan mereka selama ini. Sebagai rakyat Indonesia yang menjaga Pancasila mereka melihat selama ini terjadi ketimpangan dalam persoalan hukum dan intolerensi dalam keberagam-ragaman. Jadi mereka merasa terganggu.  Jadi sikap itulah yang mereka munculkan. Karena juga mereka bukan anggota DPR, jadi mereka menyampaikan di jalanan, dan itu kami tampung,” kata Gubernur, panjang lebar.

Ketika disinggung soal langkah yang bakal diambil gubernur setelah adanya ‘serangan’ bertubi-tubi kepada dirinya dan Wagub di media sosial, dengan senyum khasnya Olly mengungkapkan bahwa telah memaafkan dan tidak akan menuntut mereka yang telah menyebarluaskan berita hoax.

“Tidak ada niat saya menuntut hukum bagi para penyebar informasi tidak benar di Medsos. Karena yang saya tahu orang yang membuat berita bohong kepada saya itu, dia belum tahu apa yang dia perbuat. Kalau dia tahu itu salah, dia akan berdoa dan meminta maaf kepada Tuhan,” ucap Olly.

Dirinya juga mengakui ke depan mesti menggelar pertemuan-pertemuan dengan Forkopimda dan Ormas untuk menjaga persatuan dan keamanan di Sulut. “Nanti kita atur ke depan untuk pertemuan dengan para pemuka agama di Sulut, semoga ke depan kita jauh lebih baik,” tutupnya.(idp/baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.