Ini Penyebabnya Ratusan Kepsek Minsel Menjerit

AMURANG — Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Minahasa Selatan  menjerit, pasalnya  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  triwulan III tahun anggaran 2017, hingga saat ini belum juga disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Akibatnya, sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) mengaku mulai mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

Dalam wawancaranya dengan awak media Indo Post, sejumlah Kepsek mengaku terpaksa harus merogoh kocek pribadi untuk bisa memenuhi kebutuhan sekolah.

“Mau tidak mau kami harus pakai uang pribadi untuk membeli kebutuhan sekolah seperti kertas, tinta dan lain-lain, karena uang kas sekolah yang bersumber dana dari dana BOS sudah habis,” keluh sejumlah Kepsek yang meminta namanya tidak dikorankan.

Bahkan menurut Kepsek lainnya untuk bisa memenuhi kebutuhan sekolah, pihaknya terpaksa menggunakan jasa rentenir. “Ya kalau pas ada barang yang mau dibeli dan kai tidak ada uang, maka terpaksa harus pinjam ke orang lain dan dikenahkan bunga. Untuk itu kami berharap kepada pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara untuk segera mencairkan dana BOS triwulan III,” harap mereka.

Menariknya, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara wilayah Minsel-Mitra saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu menahu soal kapan dicairkannya dana BOS triwulan III. “Tugas kami hanya menangani surat menyurat. Dan untuk dana BOS triwulan III, kami tidak tahu kapan akan dicairkan. Karena pengelolaan dana BOS, adalah tanggung jawab dan kewenangan dari Dinas Pendidikan Sulut,” kata Kasie Ventje Kowel, Senin (11/9) lalu. (jem)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.