‘Jalan-jalan’ ke Jogja, 83 Kapitalau Habiskan 1,1 Miliar

pasang slot online slot slot gowd

SITARO — Jika tidak ada aral melintang, Rabu (5/7) besok, 83 Kapitalau se-Sitaro akan terbang ke Jogjakarta. Adapun kegiatan yang disebut-sebut menyeret anggaran sekira Rp1,1 miliar ini, bertajuk Bimtek peningkatkan kapasitas perangkat desa.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang dikonfirmasi melalui Kabid Pemdes, Marlon Dalentang SSos, ikut membenarkan kabar ini.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah ditata di APBDes tiap-tiap kampung. Artinya, ini bukan agenda dadakan,” kata Dalentang, Senin (3/7) kemarin.

Ia menambahkan, selama 3 hari studi banding, para ujung tombak Pemda ini akan belajar soal pengelolaan keuangan desa.

“Termasuk juga akan studi banding terkait BUMDes di salah satu kampung di Jogyakarta yang merupakan kampung dengan pengelolaan BUMDes terbaik tingkat nasional,” bebernya.

Disinggung soal pendanaan, eks Kabid Disiplin di BKDD ini menuturkan, dibebankan di APBDes sebesar Rp13.250.000 rupiah per kampung.

“Anggaran tersebut akan digunakan selama selama 3 hari kegiatan yakni dari tanggal 6 sampai 9 Juli di Jogja,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi C, Elians Bawole, saat dimintai tanggapan soal keberangkatan para kapitalau, mengaku sangat mendukung, selama itu ada manfaat bagi masyarakat secara umum.

“Mohon maaf kalau pernyataan saya ini melukai hati teman-teman kapitalau, tapi yang saya tahu, kalau tidak salah Bimtek seperti ini akan memasuki yang ketiga kalinya digelar oleh Pemda, namun sejauh ini saya belum melihat hasilnya,” kata legislator Gerindra dari Dapil III Tagulandang-Biaro ini.

Lanjutnya, justru yang dominan terlihat saat ini adalah kegagalan, meski Bimtek pengelolaan anggaran termasuk peningkatan kapasitas sudah dilakukan berulang kali.

“Apakah ada BUMDes di Sitaro yang sudah berinovasi? Kalau memang ada, tidak masalah rutin berangkat. Persoalannya saat ini justru yang nampak adalah kegagalan,” ujarnya sembari menyebutkan, kalau kerjanya (Kapitalau, red) sudah luar biasa, tidak masalah brangkat keluar daerah.

Disatu sisi, kata dia, semestinya pemerintah daerah dalam hal ini Bupati melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang menghabiskan anggaran yang tidak sedikit ini.

“Kalau sudah lebih dari satu kali dilaksanakan, kemudian hasilnya tidak ada, saya kira itu harus jadi catatan Pak Bupati,” sebutnya.

Karena menurutnya, jika perjalanan dinas yang tidak menghasilkan apa-apa, itu merupakan sebuah pelanggaran. Lebih jauh dikatakannya, akan lebih bermanfaat jika Bimtek dilakukan di daerah, namun hasilnya maksimal.

“Jangan hanya Kades yang Bimtek, perangkat lain juga harus dilibatkan, karena sejauh ini, masih banyak aparat kampung yang gagap dalam menjabarkan aturan. Termasuk PP 43 tahun 2015 dan Permendagri 111-114 2015 yang merupakan patron mereka (Kapitalau, red),” ujarnya.

Terpisah, Tokoh Muda Tagulandang Utara, Richo Hari, juga ikut angkat bicara.

Menurut pria jebolan Unima ini, seharusnya ada out-put dan out-come yang jelas dari kegiatan tersebut.

“Uangnya berasal dari rakyat, sekarang apa hasil yang diberikan kepada masyarakat dari kegiatan itu,” sebutnya sembari mengungkit kegitan Bimtek tahun-tahun sebelumnya yang menurut dia lebih dominan kepada jalan-jalan.

Disatu sisi, ia juga berharap kegiatan ini murni demi pengembangan desa, dan tak ada hubungannya dengan Pilkada 2018 nanti.

“Mudah-mudahan tidak ada titipan,” singgungnya.

Sekedar diketahui, selain dihadiri Bupati Toni Supit, kegiatan ini juga akan melibatkan di antaranya, Assisten 1 Herry Lano, Kadis Sosial S W Katiandagho, Para Camat se-Sitaro, Lurah se-Siau timur, Serta ketua TP-PKK Sitaro Evanglian Sasingen, yang notabene akan maju di Pilkada Sitaro. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.