Jam Keberangkatan Kapal Plat Merah Dinilai Tak Manusiawi

SITARO — Pemerintah daerah dalam hal ini PD Pelayaran diminta untuk memperhatikan kembali jam keberangkatan kapal plat merah dalam hal ini KMP Lokongbanua dan KMP Lohoraung.

Pasalnya, penuturan warga Tagulandang, Rico Hari, jam keberangkatan kapal yang operasionalnya dibiayai oleh uang rakyat ini justru tidak berpihak bagi masyarakat.

“Terkadang nanti muncul di Tagulandang pukul 1 tengah malam, kadang juga tak menentu, sehingga banyak penumpang yang terlantar,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, salah satu yang diharapkan dari kehadiran kapal tersebut adalah kemudahan bagi warga menikmati pelayanan transportasi.

“Nah, kalau jam-nya sering berubah-ubah, gimana bisa dibilang memberi kemudahan,” sindirnya.

Disatu sisi, kondisi ruang tunggu juga sangat tidak representatif yakni tidak ada kursi.

“Warga dipaksa menunggu di ruang tunggu, anehnya kursi tidak disiapkan,” kecamnya.

Lanjut eks Ketua Persatua Mahasiswa Tagulandang (Permata) ini, tidak jarang juga ketika harus menunggu hingga larut malam, membuat para penumpang terpaksa tidur di lantai.

“Saya pikir ini bukan masalah sepeleh, dan harus segera dicarikan solusi oleh pemerintah daerah dalam hal ini manajemen PD Pelayaran,” serunya.

Senada, Ketua Komite Wartawan Reformasi Independen (KWRI) Sitaro, Wolter Bare, mendesak agar pemerintah daerah benar-benar memberikan kenyamanan kepada para penumpang.

“Ingat, dua kapal itu operasionalnya diambil dari uang rakyat, sehingga kepentingan serta kenyamanan warga adalah yang utama, bukannya kepentingan manajemen atau orang-orang tertentu. Begitu juga dengan ruang tunggu, jangan hanya tahu tagih karcis, kemudian tidak memperhatikan hak para calon penumpang,” seru pria yang getol menyuarakan persoalan publik di Tanah Mandolokang ini. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.