Joan Ditebas Pakai Parang di Kepala Lalu Dibuang ke Laut

pasang slot online slot slot gowd
Pelaku saat memperagakan adegan demi adegan, Jumat (18/8).

MANADO – Rekonstruksi kasus pembunuhan di tempat pelelangan ikan (TPI), Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting, digelar di halaman Polsek Tuminting, Jumat (18/8) pagi, sekira pukul 10.00 Wita.

Ibu rumah tangga (IRT) bernama Joan Ivana Margareta Palit (29), warga Kelurahan Tumumpa Dua, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, tewas mengenaskan, setelah dibunuh oleh lelaki berinisial AP alias Pakaya (30), warga Desa Likupang, Jaga II, Kecamatan Likupang Timur, yang berdomisili di Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting. Setelah dibunuh pelaku membuang mayat korban di laut dan ditemukan di perairan Kecamatan Bunaken, Kamis (15/6) lalu.

Dalam rekonstruksi tersebut, 30 adegan diperagakan pelaku. Dalam adegan ke 17, pelaku menghabisi korban dengan menggunakan parang milik rekannya.

Kapolsek Tuminting AKP Temmy Toni, ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Parlindungan Aritonang, mengatakan, dalam rekonstruksi ini pelaku melakukan 30 adegan.

“Kami gelar hari ini, untuk melengkapi berkas penyidikan untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Pasal yang dikenakan 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tuturnya.

Informasi yang diterima, awalnya pelaku pergi di tempat korban dan pacarnya yang saat itu sedang menggelar pesta miras. Saat itu pelaku membawa minuman keras dan mengusir korban dan pacarnya, namun korban malah mengusir kembali pelaku.

Setelah itu, pelaku pergi menggunakan sepeda motor. Tidak lama kemudian, pelaku kembali dengan membawa parang yang diambil di rumah rekannya. Setelah kembali ke TKP pelaku langsung menebas pacar korban, namun masih sempat menghindar.

Melihat hal tersebut, korban langsung masuk ke dalam warung. Sementara pacar korban dan rekan korban yang saat itu sedang bersama korban langsung lari dari lokasi kejadian.

Pelaku yang sudah kesetanan mengejar korban dan menebas IRT itu telak di kepala bagian belakang, sampai korban terjatuh di lantai. Seorang anak dari pemilik warung tersebut yang berada di dalam warung, kaget melihat pelaku sudah menebas korban dan langsung teriak histeris.

Nelayan itu membasahi pakaiannya dan kembali ke TKP, lalu membersihkan percikan-percikan darah yang berada di dinding warung tersebut. Korban dibawa pelaku di tengah laut Bunaken dan melepaskannya. Selanjutnya pelaku kembali ke dermaga TPI dan membersihkan darah yang berceceran. (ndy)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.