JPU Tuntut Tinggi Dua Oknum Pengacara Kasus MTsN Kawangkoan

MANADO — Dua oknum pengacara diduga terkait kasus korupsi Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) Kawangkoan, menjalani agenda tuntutan di pengadilan Tipikor Manado, Kamis (18/5), kemarin. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Minahasa dipimpin Kasi Pidsus Debby Kenap, menuntutTSK alias Sachlan 5 tahun penjara. Sementara SG alias Sadiq, dituntut 4 tahun penjara. Selain itu, keduanya juga dibebankan membayar denda Rp50 juta rupiah subsidaer 6 bulan penjara. Untuk uang pengganti, Sachlan diwajibkan membayar Rp159 juta, dan Sadiq Rp25 juta dengan subsider penjara 1 tahun. Tim Pengacara meminta waktu kepada Majelis Hakim diketuai Julien Mamahit, untuk mengajukan pembelaan pada pekan depan. Sidang pun akhirnya ditutup. Diketahui, dugaan adanya keterlibatan dua oknum yang diketahui berprofesi sebagai pengacara itu, terkuak dalam fakta persidangan. Awalnya, mereka dihadirkan dalam status sebagai saksi. Hasil keterangan yang diperoleh, keduanya mengaku pernah menerima fee sebagai honor yang didapat sebagai pengacara dari pihak penjual. Padahal pihak penjual sendiri mengaku tak pernah menyewa pengacara dalam proses jual-beli lahan tersebut. Kuat dugaan, keduanya telah mengelabui pihak penjual guna memuluskan aksinya. Karena di hadapan penjual mereka mengaku sebagai pengacara dari pihak pembeli. Kegiatan tersebut juga, tidak mengacu dari ketentuan peraturan pengadaan tanah untuk kepentingan umum, serta terjadi mark-up harga tanah yang merugikan kerugian negara sebesar Rp374.431.000. Sebagaimana halnya terpidana Saadiyah, keduanya juga dijerat dengan pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto (jo) pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.