Kantor Kampung Barangka Pehe Terancam Disegel

SITARO — Rehab bangunan eks Kantor Balai Kampung Bahoi, yang kini difungsikan untuk Kantor Kampung Barangka Pehe pasca pemekaran, tak kunjung selesai.

Tidak heran hal ini berimbas pada munculnya beragam sorotan, khususnya menyangkut status kepemilikan tanah. Menariknya, informasi yang berhasil dirangkum Indo Post, bahwa status kepemilikan tanah tersebut masih milik Keluarga Unsong-Pileto.

Penuturan Rais Rohan salah seorang ahli waris, tanah tempat berdirinya bangunan tesebut adalah milik keluarga mereka.

Itu dibuktikan dengan tak adanya papan yang bertuliskan ‘HAK PAKAI’ sebagaimana kerap ditemukan di tanah milik pemerintah.

“Memang lalu sudah ada pertemuan antara pihak pemerintah desa dan keluarga kami, namun belum mencapai titik temu,” ungkap Rohan.

Ia menambahkan, jika nantinya tak kunjung mendapat solusi, maka pihaknya akan melakukan penyegelan area tersebut.

Sementara itu, Kapitalau Barangka Pehe, Soni Sasombo, saat dimintai konfirmasi, tidak menampik adanya polemik tersebut.

“Kami masih terus berupaya mencari titik temu sehingga masalah ini tak berlarut-larut,” ungkapnya sembari berharap akan menemukan solusi terbaik. (gus)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.