Kasus Cengkih Sangihe Diduga Libatkan Oknum Pejabat Kantor Pajak

SANGIHE — Bola panas kasus penipuan terhadap ratusan petani cengkih di Kabupaten Sangihe, terus menggelinding, meski sudah memakan korban yakni Alwina Manutu yang divonis 7 tahun penjara. Kabar terbaru menyeruak, selain melibat pengusaha berinisial ST, kasus yang menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah ini juga disebut-sebut menyeret oknum pejabat di kantor pajak. Hal ini terkuak berdasarkan pengakuan salah satu pengusaha. “Saat panen 2015 lalu, saya didatangi salah satu pejabat kantor pajak yang mengatakan jika saya membeli cengkih di atas satu ton, maka akan dikenakan pajak hingga 10 persen,” beber pengusaha yang meminta namanya tak dipublis ini. Besarnya pajak yang akan dikenakan sebagaimana dikatakan oknum pejabat tersebut, membuat pengusaha ini mengurungkan niatnya. “Anehnya, saat pengusaha lain membeli (cengkih) puluhan hingga ratusan ton, tidak didatangi beliau (Oknum pejabat pajak, red),” tuturnya sembari menyebutkan, oknum pejabat tersebut kini sudah menghilang dari Tahuna lantaran sudah dicopot dari jabatannya. “Saya tidak menuduh siapa-siapa, tetapi perlakuan serta tindakan beliau melarang saya membeli cengkih dalam jumlah besar, sepertinya ada kaitannya dengan kasus itu,” katanya. Sejumlah pihak dari berbagai kalangan, bahkan menilai ada yang janggal dalam proses hukum kasus tersebut, dimana yang menjadi tersangka hingga terpidana hanya Alwina Manutu seorang diri, yang nota bene, perannya hanya sebagai perantara. Sedangkan ST yang justru menerima seluruh cengkih dari tangan Alwina, tak pernah disentuh aparat. Pun dalam proses penyidikan hingga persidangan, barang bukti berupa cengkih milik para korban tidak pernah diperlihatkan. (nal)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.