Kasus Penggelapan Uang, Mantan Karyawan Perumahan GPI Jalani Sidang

MANADO — PK alias Perry duduk di bangku pesakitan, Pengadilan Negeri Manado, Kamis (14/9). Pria tersebut didakwa dalam dugaan penggelapan miliaran uang di tempatnya bekerja dahulu, yakni PT Setia Kawan Lestari atau Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), Kelurahan Paniki Bawah, Mapanget.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jafet Ohello menyebutkan, perbuatan terdakwa dimulai dari 2015 hingga 26 Mei 2016. Terdakwa dipercaya mengurusi bagian pajak dan akuntansi.

Namun herannya, kepercayaan tersebut justru tidak dipergunakan dengan baik oleh terdakwa. Padahal Perry masih mempunyai hubungan keluarga dengan pemilik perusahaan namun merugikan Rp1.188.750.000.

Adapun pelanggaran hukum yang didakwakan JPU kepada terdakwa, yakni terdakwa telah membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hal hak, perikatan atau yang diperuntukan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak palsu. Sebagaimana tertera dalam pasal 263 KUHPidana.

Selain itu, terdakwa juga dikenakan pasal 372, 374 dan 378 KUHPidana. Usai mendengarkan dakwaan JPU, Majelis Hakim   diketuai Djaniko Girsang menunda jalannya persidangan, dan memberikan kesempatan kepada pihak terdakwa untuk mengajukan eksepsi alias nota keberatan pada sidang berikutnya.  (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.