Koalisi Nasdem dan PDI-P di DPRD Sitaro Kandas, Takarendehang Cs Gabung Fraksi Perindo

pasang slot online
Alfrets Ronald Takarendehang, Anggota DPRD Sitaro dari Partai Nasdem.

SITARO — Kebersamaan Partai Nasdem dan PDI-P di bawah naungan fraksi gabungan PDI-P di Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) kandas di tengah jalan.

Kini Nasdem yang mengantongi 2 kursi telah bergabung ke fraksi Perindo bersama Gerindra sehingga menjadi 6 kursi.

Sedangkan fraksi PDI-P dan fraksi Golkar berbagi kursi yakni 11 untuk si merah serta 3 untuk kubu beringin.

Legislator Nasdem, Alfrets Ronald Takarendehang (ART), ketika dikonfirmasi perihal bergabungnya Nasdem ke fraksi Perindo, mengiyakan hal itu.

“Ya, kemarin baru saja dibacakan di paripurna,” aku Takarendehang, Selasa 26 April 2022.

Ditanya soal keputusan keluar dari fraksi PDI-P, ia menyebutkan alasan pertama adalah penyegaran.

“Kita berada di sana (Fraksi PDIP, red) kurang lebih dua tahun setengah, sehingga akan lebih baik kalau ada suasana baru, sekaligus pengetahuan baru menambah wawasan terhadap persoalan-persoalan yang baru,” ujarnya.

Ia menilai langkah ini merupakan hal biasa di lembaga DPRD, apalagi itu tidak berseberangan dengan Tata Tertib (Tatib).

“Kita sudah menjalani separuh periode legislatif sebagai mana diatur oleh Tatib. Ini artinya, merupakan hal biasa ketika ada yang keluar dan membentuk atau bergabung dengan fraksi yang lain,” tuturnya.

Disinggung soal adanya kabar yang menyebutkan kalau Nasdem keluar dari fraksi gabungan PDI-P lantaran tak pernah dilibatkan dalam rapat fraksi, ART tidak memberi respons lebih.

“Sudahlah, itu sudah lewat. Karena fokus kita hari ini dan ke depan adalah menciptakan perimbangan dalam pemerintahan,” ujar Ronald, sapaan akrabnya.

Dikatakannya lagi, PDIP adalah partai penguasa di eksekutif maupun di legislatif, dan kalau semua bergabung di fraksi PDI-P, sulit untuk mendapatkan keseimbangan dalam menjalankan fungsi DPRD.

“Salah satu fungsi DPRD ialah pengawasan baik itu menyangkut pemanfaatan uang rakyat hingga realisasi program. Nah, kalau kita juga ada di sana, gimana kita mau awasi sedangkan dalam rapat fraksi saja kita tidak dilibatkan?” serunya.

Di sisi lain ia menegaskan kalau sikap keluar dari fraksi PDI-P bukanlah bagian dari upaya untuk menghambat pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif nantinya.

“Prinsip kami adalah mensupport penuh semua kebijakan yang pro rakyat. Sedangkan kebijakan yang melenceng, itu kita lawan,” tutupnya.

Sekadar diketahui, keputusan keluarnya Nasdem dari PDI-P mengacu pada Surat DPD Nasdem Sitaro tertanggal 20 Februari 2022 serta Surat Perubahan Struktur Fraksi Partai Perindo tertanggal 10 Maret 2022. ***

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.