KPS Sulut Harus Eksis Menjaga Sungai

MANADO — Sungai sebagai sumber kehidupan, kian lama kondisinya makin memprihatinkan. Di Sulut, sudah banyak komunitas pecinta lingkungan termasuk komunitas yang peduli sungai, namun eksistensinya belum optimal.

Ir Widagdo Dipl HE, mantan Direktur Sungai, Danau, dan Rawa Kementerian PU dalam Sarasehan Komunitas Peduli Sungai yang digelar Balai Sungai Sulawesi (BWSS) 1 Sulut mengatakan beberapa komunitas menjadi penjaga sungai sebenarnya eksis, hanya saja kelembagaannya belum diakui.

“Kelembagaan komunitas pecinta sungai (KPS) harus eksis, da nada baiknya diakui pemerintah. Di beberapa daerah, kegiatan KPS dibantu atau dibiayai oleh pemerintah,” katanya.

Untuk membersihkan sungai, menurut Widagdo, harus ada gerakan, dan lebih baik diinisiasi oleh masyarakat. Dia pun menyebut sejumlah KPS di beberapa daerah seperti di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Banjarmasin, Ambon, Sentani (Papua), dll.

“Yang pasti, harus ada gerakan inisiatif. Pemerintah tidak mungkin bergerak sendiri tanpa ada dukungan masyarakat secara luas,” kata Widagdo.

Kepala BWSS 1 Sulut Ir. Djidon Watania mengatakan di Sulut memang punya beberapa KPS, tapi belum optimal karena beraktivitas masih parsial. “Kami sadari, mereka harus dibantu untuk membuat gerakan yang lebih besar. Kita akan berkomunikasi dengan para stakeholders menggerakkan seluruh komponen untuk melestarikan sungai,” kata Watania.(baz)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.