Lakukan Penggelapan Uang 1,3 M, Mantan Karyawan Novotel Didakwa

MANADO — HNL alias Herry, merasakan panasnya bangku persidangan di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (17/5), kemarin. Eks karyawan Hotel Novotel Manado, diduga melakukan penggelapan terhadap tempat bekerjanya dahulu. Sidang ini pun dipimpin Majelis hakim Ketua PN Manado, Djanico Girsang, didampingi dua Hakim Anggota, Vincentius Banar dan Arkanu. Di dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christyana Olivia Dewi  Dalam persidangan, diketahui terdakwa Herry telah didakwa bersalah oleh JPU dengan sangkaan melakukan tindak pidana penggelapan uang sebesar Rp1,3 miliar lebih, milik Novotel. Aksi tersebut dilakukan terdakwa sejak Mei-Desember 2016, ketika bekerja di hotel itu sebagai front office manager. Dari keterangan dakwaan JPU, terkuak kalau pelanggaran hukum itu dilakukan terdakwa Herry dengan cara menerima uang muka calon pengguna jasa yang sudah membayar uang muka acara atau iven di Novotel. Parahnya, uang itu malah tidak disetorkan terdakwa ke kas bank. Tak hanya itu, berdasarkan keterangan saksi-saksi, terungkap pula kalau terdakwa kerap menggunakan uang di kas kecil front office. Atas perbuatan terdakwa, pihak Novotel akhirnya harus mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Dan guna mempertanggungjawabkan itu semua, terdakwa Herry lantas diproses hukum serta dijerat pidana JPU, dengan menggunakan pasal 378 KUHPidana. Usai dibacakan JPU, Herry mengaku tidak akan melakukan eksepsi atas dakwaan. Selain itu, ia tidak akan memakai penasehat hukum, dan akan menghadapinya sendiri. (air)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.