Lansia Tangguh Harus Produktif

MANADO — Melayani dan membina kaum lanjut usia (Lansia) membutuhkan pengetahuan dan skill, karena nanti akan dilatih untuk lebih produktif. Pemberdayaan lansia harus ditangani oleh kader pengelola yang memiliki kecakapan.

Demikian dikatakan Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Sulut Sitti Kamlah Takalamingan SSos MAP yang mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Drs Nerius Auparay MSi saat membuka kegiatan: Pengembangan Kapasitas SDM Pengelola Bina Keluarga Lansia (BKL) 2017, di Hotel Gran Puri Manado, kemarin.

Takalamingan yang turut membawakan materi tentang Kebijakan dan Strategi Bidang KS-PK serta Pengelolaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) menjelaskan, pembinaan keluarga itu dimulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

“Masing-masing kelompok usia membutuhkan strategi penanganan dan pemberdayaan yang berbeda, namun tujuannya satu adalah keluarga sejahtera,” katanya. “Khusus untuk kegiatan ini, para pengelola BKL mestinya akan meningkat pengetahuannya, persepsi tentang program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK), khususnya program BKL,” tambah Takalamingan.

Kasubbid. Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia Rosilia Bionda Wowiling SSos MSi dalam laporannya menjelaskan selain materi strategi dan kebijakan KS-PK, peserta mendapat materi berupa 7 Dimensi Lansia Tangguh dan Pengelolaan/Mekanisme Kelompok BKL. Sedangkan pesertanya adalah Kabid KS-PK dan Kasubbid Ketahanan Keluarga Lansia dari 15 Kab/Kota di Sulut, Yayasan Elimitra, Dinas Dukcapil dan KB Sulut, serta Ketua Forum Lansia Sulut Drs. Boy Paendong.

“Kami berharap pengelola BKL mampu memahami program BKL kepada masyarakat, mampu memberikan pembinaan di lapangan terhadap kelompok BKL kab/kota, dan mampu memberikan motivasi kepada kader-kader kelompok BKL,” kata Bionda.(baz)

 

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.