Longsor Kotabunan Timpa Rumah Warga, Putuskan Akses Jalan

 

BOLTIM—Kecamatan Kotabunan darurat bencana tanah longsor. Pasalnya, beberapa hari terakhir ini bencana mengepung warga di Kotabunan. Selasa (1/8), bencana tersebut menimpa rumah warga di Desa Kotabunan Selatan dan memutuskan akses jalan Buyat-Kotabunan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Indo Post, tanah longsor menimpa rumah warga, sekira pukul 10;00 Wita, kemarin. Di lokasi tersebut terlihat bagian dapur milik keluarga Kodu-Papali hancur tertimbun batu besar akibat longsor. “Batu dan material longsor tiba-tiba berjatuhan dan kami langsung meninggalkan rumah. Bagian dapur mengalami rusak parah, sehingga kami terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena takut jika terjadi longsor susulan,” ujar Tomy Kodu, korban tanah longsor. “Kami harapkan adanya perhatian pemerintah untuk mengantisipasi tanah longsor tersebut,” harapnya.

Sangadi Desa Kotabunan Selatan Rangga Paputungan mengatakan, pihaknya sudah mengungsikan warga di sekitar lokasi tersebut karena ditakutkan akan terjadi bencana susulan. “Ada beberapa kepala keluarga yang diungsikan diantaranya keluarga Kodu-Papaile dan Sarundayang-Kaunang. Sebenarnya mereka mau tetap bertahan namun saya telah menginstruksikan untuk segera mengungsi terlebih dahulu karena ditakutkan akan terjadi longsor susulan,” terangnya.

Sementara itu, bencana longsor juga sempat memutuskan akses jalan Kotabunan-Buyat. Terlihat juga material batu dan tanah menutup akses jalan tersebut, untung saja tidak ada korban jiwa. Bupati Boltim Sehan Landjar SH mengimbau kepada warga untuk waspada terhadap bencana yang terjadi. “Intinya harus waspada karena tidak satupun manusia yang mengetahui kapan bencana akan datang,” harapnya.

Mengenai jalan Buyat-Kotabunan, Eyang -sapaan akrab Sehan- mengaku sudah berkoordinasi dengan balai jalan nasional untuk melakukan penanganan. “Kita sudah berkoordinasi dengan balai jalan untuk segera melakukan tindakan,” kata Sehan saat meninjau lokasi longsor, kemarin.

Untuk penanganan, Bupati meminta untuk memperlebar jalan sekira 20 meter. “Kalau ini tidak cepat ditindaklanjuti akan saya laporkan. Karena terkesan ada pembiaran. Sebab hingga kini material yang ada di gunung terus bergerak,” kunci Eyang. (iki/jly)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.