Minta Uang Pelicin, Bendahara Pokmas di Manado Dipolisikan

MANADO — Lelaki lanjut Usia (Lansia), Asri Wardam (63), warga Kelurahan Ternate Tanjung, Lingkungan III, Kecamatan Singkil, melaporkan bendahara pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) berinisial MM alias Marce warga yang sama, ke pihak berwajib. Keputusan mempolisikan Marce dikarenakan uang penerimaan bantuan dana bencana banjir tahun 2014 tidak diberikan terlapor kepada korban. Kejadian tersebut terjadi pada bulan Januari 2017 lalu, namun baru dilaporkan sekira pukul 15.00 Wita, Senin (7/8).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya korban dan terlapor serta dua orang lainnya mengadakan rapat untuk menerima dana bantuan banjir. Korban dan dua orang lainnya menunjuk terlapor untuk jadi bendahara. Namun, setelah uang penerimaan bantuan dana bencana banjir tahun 2014 dicairkan, terlapor meminta uang pelicin kepada setiap penerima.

Uang pelicin tersebut akan dipotong dari dana setiap penerima. Kebijakan bendahara Pokmas itu dibantah oleh korban dan tak mau memberikan uang kepada terlapor. Ironisnya, karena tak setuju dengan terlapor, uang tersebut tak diberikan kepada korban dan dua orang lainnya. Tak terima dengan perbuatan terlapor, Asri melaporkannya kepihak berwajib.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, membenarkan laporan tersebut. “Laporannya akan segera ditindak lanjuti,” pungkasnya. (ndy)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.