Miris, Pelajar SMA Nekat Gantung Diri Gara-Gara Ini

TALAUD— Diduga karena sakit hati kepada orang tuanya, JP alias Juan, (17), warga Desa Musi I, Kecamatan Kolongan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Aksi nekat itu dilakukan korban di dalam kamarnya, Selasa (23/5) dini hari.

Menurut keterangan saksi Mintje Sarapil, yang tidak lain adalah ibu korban, pagi itu sekira pukul 05.30 wita, ia membuka pintu kamar korban dengan maksud membangunkan korban. “Tujuan saya masuk ke kamarnya (Korban, red) adalah menyuruh dia untuk segera melakukan persiapan ke sekolah,” bebernya.

Ironisnya, Mintje justru dikejutkan dengan aksi nekat sang buah hati. Betapa tidak, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi tergantung di balok rangka plafon kamar menggunakan seutas tali nilon. “Pertama kali ditemukan, tubuhnya sudah mengeras,” bebernya. Saksi pun langsung berteriak memanggil suaminya Son Padama (Ayah korban).

Dengan perasaan terpukul, keduanya kemudian menurunkan tubuh pelajar naas itu. Menariknya, di sekitar TKP didapati pesan yang diduga ditulis korban berbunyi:

‘Mama papa kita minta maaf atas apa yang kita da bekeng sampai papa dengan mama marah pa kita. Mungkin kalu kita so nyanda ada di sini, papa deng mama so nyanda mo ba marah lagi, so nyanda mo ba potong-potong kita pe barang di rumah. Mungkin sampai jo di sini. Maaf.’

Sementara itu, pihak kepolisian setempat saat dikonfirmasi, ikut membenarkan. Hal ini diperkuat dengan adanya catatan yang diduga ditulis korban. Sementara itu, pihak keluarga telah menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban. Sekedar diketahui, dalam waktu singkat ini, sudah ada tiga kasus gantung diri di wilayah Musi. (wan)

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.